Pengembangan Android, tidak jauh dari bahasa pemrograman Java. Namun, Java terlalu banyak aturan terlalu kompleks yang menyebabkan pengembang atau developer perlu menulis banyak kode hanya untuk membuat satu perintah sederhana. Dengan begitu, tentu membuat penulisan kode jadi kurang efisien karena waktu untuk membangun aplikasi menjadi lebih lama.

Java mempunyai keunggulan pada ekosistemnya yang luas, sehingga munculnya ide untuk membuat bahasa pemrograman yang lebih ringkas, tetapi dapat menggunakan semua ekosistem milik Java. Dari situlah lahir bahasa pemrograman Kotlin. 

Apa itu Kotlin? 

Kotlin adalah bahasa pemrograman open-source, Statically typed yang dibuat oleh JetBrains. Nama tersebut diambil dari Pulau Kotlin yang terletak di dekat St. Petersburg, Rusia dan pada dasarnya memungkinkan penulisan kode yang dapat berjalan di Java Virtual Machine. 

Meskipun, sintaks Kotlin tidak kompatibel dengan Java, bahasa yang umum digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android, namun dapat dengan mudah dioperasikan dengan kode Java. Dalam istilah awam, kode Kotlin dapat dengan mudah bekerja dengan Java persis seperti aslinya.

Pada tahun 2012, JetBrains mengubah status bahasa Kotlin menjadi open-source di bawah lisensi Apache 2. Artinya, Kotlin bisa digunakan gratis dan dikembangkan dengan bebas. Setelah itu, banyak perusahaan besar yang memutuskan menggunakan bahasa pemrograman Kotlin. Setelah 2019, Google memprioritaskan Kotlin sebagai bahasa pemrograman utama untuk Android dibanding  bahasa pemrograman C++ atau Java.

Karena Kotlin sudah didudkung oleh Google, maka Kotlin mendapat dukungan penuh Google dari kinerja hingga performa. Hal ini yang mengakibatkan Kotlin akan mengikuti perkembangan langsung dari Google. Kotlin merupakan bahasa pemrograman yang mudah untuk dipelajari karena penulisan kodenya yang ringkas dan simple. Di media pembelajaran, banyak sekali kursus yang tersedia secara gratis maupun berbayar. Kotlin juga kini tersedia untuk environment multiplatform yang biasa disebut KMP (Kotlin Multi Platform) dimana kita hanya perlu menulis satu kode yang bisa digunakan di beberapa platform.

Kotlin juga memiliki beberapa kelebihan seperti di bawah ini:

  1. Ekspresif dan Ringkas
    Kotlin adalah bahasa pemrograman yang ekspresif. Artinya setiap perintah yang akan digunakan harus dikenalkan atau dideklarasikan terlebih dahulu. Selain untuk meminimalisir terjadinya error, hal ini akan mempermudah pengembang memperbarui aplikasi yang sudah dirilis. Contohnya, saat menambah fitur-fitur baru. Selain ekspresif, Kotlin juga merupakan bahasa yang ringkas. Faktanya, Kotlin punya 40% baris kode lebih sedikit dibandingkan Java untuk satu perintah sama.
  2. Bisa Digunakan Bersama dengan Java
    Kotlin adalah 100% bahasa pemrograman yang compatible dengan Java, yang berarti beralih dari Java ke Kotlin sangat mudah bagi developer aplikasi Android. Ini dimungkinkan karena Kotlin tidak hanya compatible dengan Java saja tetapi juga dengan frameworks dan toolsnya. Dan jika memiliki aplikasi Android yang dikembangkan menggunakan bahasa Java, kita masih dapat menulis fitur baru atau cukup memperbaharui aplikasi Android dalam bahasa Kotlin.
  3. Maintenance Mudah
    Sebagian besar IDE yang tersedia di pasar saat ini memberikan dukungan untuk Kotlin, yang pada akhirnya membantu memaksimalkan produktivitas karena menghilangkan kebutuhan untuk mempelajari IDE baru bagi pengembang.

Kesimpulan

Memiliki dukungan resmi dari raksasa teknologi Google jelas merupakan tanda yang jelas bahwa masa depan pembangunan aplikasi Android akan menggunakan Kotlin.

Namun, hal ini tidak berarti kita harus tergesa-gesa mengganti kode lama kita dengan Kotlin. Jadi, ketika kita sudah membangun aplikasi Android menggunakan Java, kita tidak perlu mengganti semuanya menjadi menggunakan Kotlin, tapi karena Kotlin compatible dengan java maka kita hanya menggunakan Kotlin ketika ada penambahan fitur atau pengembangan berikutnya.

Dengan pengembangan bahasa pemograman dan teknologi yang ada, PT. Suitmedia Kreasi Indonesia sebagai digital agency, terkhususnya digital agency Indonesia dan digital agency Jakarta dapat membantu bisnis Anda dalam pengembangan teknologi. Melalui strategi, pengembangan produk, dan komunikasi kreatif, Sutimedia selalu hadir untuk melakukan tranformasi digital untuk bisnis Anda!

Penulis: Aldio Firando (Lead Mobile Developer)

Editor: Jessica Patricia (Content Marketing)