Dalam dunia digital marketing pasti sudah tidak asing dengan istilah reach dan impression, bahkan saat ini menjadi service penting di beberapa agency digital Jakarta Kedua istilah ini sering digunakan dalam menentukan performa digital marketing tetapi memiliki pengertian yang berbeda. Jadi apa perbedaan reach dan impression itu sendiri?

Reach adalah jumlah user yang melihat suatu konten atau iklan sedangkan impression adalah berapa kali konten atau iklan tersebut muncul. Jadi bisa disimpulkan sederhana jika reach berpatokan pada jumlah orang yang melihat dan impression berapa kali iklan muncul ke audiens secara keseluruhan.

Contohnya jika kita beriklan di Instagram kita mendapatkan 100.000 reach dan 150.000 impressions. Dari data tersebut berarti ada 100.000 orang yang melihat iklan kita lebih dari 1 kali sehingga total total iklan yang muncul di audiens sebanyak 150.000 kali.

Manfaat dari penggunaan reach dan impression sebagai parameter dari digital campaign yaitu sudah berapa audiens yang terjangkau iklan dan apakah sudah mencapai target yang diinginkan atau belum dari strategi yang diterapkan. Manfaat dari reach dan impression ini juga yang menjadi servis andalan beberapa digital agency Jakarta untuk ditawarkan pada klien yang membutuhkan

Memantau reach dan impression bisa memberikan banyak informasi mengenai performa konten atau iklan yang sedang dijalankan. Seperti berapa kali audiens harus melihat iklan agar sampai melakukan action berupa klik atau konversi. Dan juga dari data-data tersebut bisa berguna untuk menentukan berapa anggaran yang digunakan dan KPI yang akan kemungkinan akan didapatkan dari suatu digital campaign.

Mengingat reach dan impression begitu penting karena semakin tinggi reach dan impression yang didapatkan maka semakin tinggi juga peluang terjadinya action di iklan tersebut, sehingga perlu dilakukan cara-cara berikut untuk mengoptimalkan reach dan impression :

  • Membuat konten yang menarik

Kunci dari suksesnya suatu digital campaign yaitu terletak pada konten. Perlu mempersiapkan konten yang menarik, informatif, dan relate dengan kondisi saat ini. Karena audiens lebih cenderung mencari konten yang memuat informasi yang sedang ramai dibicarakan saat ini atau yang menggambarkan situasi sekarang.

  • Membangun interaksi dengan audiens

Demi mendukung performa dari konten yang dibuat perlu diperhatikan juga dari sisi interaksi dengan audiens. Dengan menjalin komunikasi dengan audiens melalui konten yang interaktif tentunya akan meningkatkan impression karena audiens akan lebih sering mengunjungi konten tersebut sehingga perhitungan algoritma media sosial akan memunculkan konten tersebut lebih sering ke audiens lain.

  • Menyelipkan CTA (call-to-action)

Setiap akhir konten bisa ditambahkan call-to-action yang bisa memudahkan audiens untuk masuk ke laman yang dituju. CTA ini adalah ajakan untuk melakukan action tertentu sesuai tujuan yang kita harapkan. Dengan adanya CTA bisa mengarahkan audiens untuk melihat produk yang sedang ditawarkan secara lebih detail dan bisa mendorong terjadinya konversi.

Penulis: Febrilia Endah  (Digital Media Specialist)