Industri kecantikan telah mengalami banyak sekali perubahan selama beberapa tahun terakhir. Perubahan tersebut terjadi karena adanya kemajuan teknologi yang terus berkembang. Pada saat ini, perubahan ke arah mobile sudah menjadi tren yang wajib untuk diikuti agar dapat mempertahankan bisnis. Karena saat ini, dalam membeli kebutuhannya, masyarakat akan cenderung mencari sesuatu yang praktis dan mudah, termasuk dalam membeli produk kecantikan. Di mana hal tersebut bisa didapatkan melalui penggunaan teknologi mobile, khususnya pada e-Commerce.

e-Commerce telah merubah perilaku pembelian, khususnya pada industri kecantikan. Konsumen yang dahulu lebih suka berbelanja produk makeup atau skincare langsung di toko offline, kini mulai beralih membelinya secara online. Di Indonesia, banyak sekali produk kecantikan asal Korea yang sulit untuk didapatkan secara offline, namun pada e-Commerce kecantikan, seperti contohnya Althea yang telah menjadi e-Commerce kecantikan untuk seluruh produk kecantikan Korea dapat diakses dengan mudah melalui online. Contoh lainnya adalah e-Commerce kecantikan Indonesia yang tengah berkembang yaitu Sociolla. Banyak brand lokal yang sulit untuk didapatkan secara offline, namun dapat dengan mudah ditemukan di Sociolla. e-Commerce kecantikan ini telah membantu dan mengumpulkan berbagai macam brand kecantikan baik internasional maupun lokal, sehingga konsumen dapat dengan mudah mendapatkan segala jenis brand kecantikan yang sulit didapatkan secara offline.

Sebagai industri yang sempat memasarkan produknya secara offline, terdapat beberapa masalah yang dihadapi konsumen dalam membeli produk kecantikan melalui e-Commerce, yaitu konsumen tidak dapat menyentuh, mencium, atau bahkan mencoba produk sebelum membelinya. Maka dari itu, visual dan deskripsi produk yang jelas dan detail merupakan suatu hal yang penting dalam e-Commerce kecantikan.

Selain itu, ada hal yang perlu dilakukan oleh brand kecantikan untuk meyakinkan konsumen dalam membeli produknya secara online. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan beauty vlogger dan blogger untuk mempromosikan dan memberikan ulasan yang positif sehingga konsumen akan tertarik untuk membelinya secara online. Mereka juga bisa mendapatkan sampel gratis apabila berbelanja secara online. Beberapa brand kecantikan juga meluncurkan produk terbaru mereka dengan sistem pre-order melalui online untuk mendapatkan kepercayaan konsumennya membeli secara online.

Untuk mengoptimalkan penjualan pada e-Commerce kecantikan, terdapat strategi yang dapat dilakukan oleh brand. Pertama, brand dapat mengoptimalkannya melalui strategi konten sosial media. Dalam menentukan strategi konten yang tepat, brand bisa melakukan kolaborasi dengan  digital agency Jakarta untuk mendapat insight terkait strategi yang tepat. Untuk meningkatkan awareness produk, dapat dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan beauty bloggers dan vlogger. Setelah itu, ajak konsumen untuk melakukan pembelian secara online dengan memberikan penawaran diskon yang bisa didapatkan saat melakukan pembelian online.

Kedua, ketahui apa tipe makeup dan skincare yang dibutuhkan oleh konsumen agar terasa lebih personal. Menyediakan bagian untuk review produk adalah hal yang wajib, karena untuk memperluas komunitas di dalam platform e-Commerce dibutuhkan kepercayaan, awareness, dan traffic kepada brand.

Hal yang dapat kita pelajari dari pengembangan ini adalah kita harus beradaptasi dengan teknologi untuk membuat suatu industri dapat terus berjalan dan tidak kalah saing. Lingkungan e-Commerce kecantikan akan selalu berubah, seiring dengan perubahan perilaku konsumen pada bidang digital.

Penulis: Nia Anggriani Azis (Account Manager)