Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Pontianak, Kalimantan Barat menggelar pelatihan literasi pelajar dengan tema ‘Upgrading Sosial Media PC IPNU-IPPNU Kota Pontianak’. Kegiatan dikemas dengan diskusi informal tepatnya di Warung Upnormal pada Jumat (26/12). 

Atika Hapsari selaku Ketua PC IPPNU Kota Pontianak mengatakan bahwa pelatihan literasi pelajar penting diselenggarakan sebagai bekal kepada kader untuk memanfaatkan potensi yang ada. Pada sat yang sama juga memastikan bisa berkontribusi atas derasnya laju informasi.

“Pelatihan literasi pelajar ini hadir sebagai salah satu ikhtiar kecil untuk meningkatkan pemahaman, potensi dan pemikiran kader IPNU-IPPNU Kota Pontianak terhadap arus media informasi. Juga menjadi sarana untuk mensyiarkan nilai-nilai keislaman,” katanya.

Dirinya menambahkan bahwa pelatihan sebagai strategi untuk meningkatkan syiar media sosial. Karena saat ini, sarana tersebut lebih digandrungi khususnya kalangan muda. Maka, anak muda NU hendaknya bisa mewarnai media sosial dengan nilan Aswaja.

Dirinya menambahkan bahwa pelatihan sebagai strategi untuk meningkatkan syiar media sosial. Karena saat ini, sarana tersebut lebih digandrungi khususnya kalangan muda. Maka, anak muda NU hendaknya bisa mewarnai media sosial dengan nilan Aswaja.

“Jika kader IPNU-IPPNU berkontribusi di dunia media sosial, maka Islam ke-Indonesiaan yang berlandaskan kerangka pemikiran Ahlussunnah wal Jama’ah akan tersebar, dan nilai-nilai tersebut akan tetap eksis dan lestari sepanjang masa,” jelasnya.

Pada kegiatan ini hadir sebagai narasumber, Muhammad Abdul Idris dari Pimpinan Pusat IPNU sekaligus sebagai pemateri Djakarta Creative School. Juga hadir Lil Hasnah dari Digital Strategist Suitmedia. 

Acara dibuka Abdullah Mas’ud selaku Kepala Bidang Organisasi Deputi 2 Kemenpora Republik Indonesia. Dan menyampaikan apresiasi terhadap dilaksanakannya pelatihan pelajar yang digelar PC IPPNU Kota Pontianak.

"Saya sangat mengapresiasi acara ini karena di tengah arus teknologi informasi yang melanda di era revolusi 4.0, dimana perkembangan teknologi informasi sudah sangat berkembang,” katanya.

Dirinya juga mengingatkan bahwa media sosial sebagai sarana efektif dalam menyampaikan pesan apa saja, terlebih Islam moderat. Karenanya sudah sepatutnya keberadaan media tersebut dapat dimanfaatkan untuk tujuan positif.

“Media sosial sangat mempengaruhi pola komunikasi. Untuk itu ada banyak manfaat dari media sosial yang harus dimaksimalkan," ungkapnya.

Sumber : Nu Online