Saat ini, teknologi berkembang sangat pesat sehingga banyak teknologi baru yang bermunculan, seperti menjamurnya startup. Namun, perkembangan ini mengakibatkan masalah baru, yaitu memerlukan suatu tempat untuk menyimpan data dengan jumlah yang sangat banyak dan menggunakan cara yang efisien. Selain itu, data juga harus dapat diambil dan diolah dengan cepat. Oleh karena itu, big data hadir sebagai solusi untuk masalah tersebut. 

Big data mengacu pada suatu sekumpulan informasi atau data dengan volume yang sangat besar, cepat, beragam dan kompleks, serta datanya tumbuh secara eksponensial seiring dengan berjalannya waktu. Data ini terkesan sulit bahkan tidak mungkin untuk diproses menggunakan metode tradisional secara efisien. Terdapat tiga karakteristik utama big data, yaitu Volume, Velocity, dan Variety.

  • Volume = big data memiliki volume data yang sangat besar dan banyak
  • Velocity = data-data pada big data ditambahkan dengan jumlah yang banyak dan dalam waktu yang sangat singkat
  • Variety  = data-data pada big data disimpan dengan banyak tipe data dan tidak terstruktur. 

Saat ini, big data telah digunakan untuk berbagai hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berikut merupakan beberapa contoh dari penerapan big data yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Media dan Entertainment
    Netflix dan YouTube merupakan perusahaan besar yang memiliki pengguna aktif dengan jumlah yang banyak. Keduanya juga mengumpulkan banyak hal mengenai aktivitas dari para pengguna, seperti apa saja video yang ditonton, kapan saja video tersebut ditonton, perangkat yang digunakan untuk menonton video, apakah videonya ditonton hingga selesai, dan lain-lain.
    Hal ini dilakukan oleh kedua perusahaan untuk menaikkan kepuasan pengalaman pelanggan bagi para pengguna mereka. Dengan memprediksi video-video yang disukai oleh penggunanya dan merekomendasikan video-video tersebut, pengguna Netflix dan YouTube dapat menikmati layanan tersebut dengan lebih puas.
  • Kesehatan
    Perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan seperti rumah sakit dan apotek menggunakan big data untuk menyimpan data-data yang sangat banyak, seperti riwayat pasien, informasi obat-obatan, menjadwalkan suster untuk ratusan bahkan ribuan pasien, dan lain-lain.
    Saat pandemi COVID-19, WHO menggunakan big data untuk menyimpan dan memperbarui data-data terbaru mengenai COVID-19 seperti jumlah penduduk bumi yang terinfeksi, yang sudah divaksin, yang sembuh, dan lain-lain.
    Beberapa negara seperti Korea Selatan juga menggunakan big data untuk memprediksi di mana dan kapan sebuah cluster baru akan muncul dengan menganalisis siapa saja yang telah melakukan kontak dengan seorang pasien yang terinfeksi.
  • Logistik
    Perusahan yang bergerak di sektor logistik seperti JNE dan J&T juga menggunakan big data. Big data digunakan oleh perusahaan tersebut untuk banyak hal, seperti mendata barang apa saja yang akan dikirim.
    Big data juga digunakan untuk melacak barang-barang tersebut secara realtime, yang hampir tidak mungkin dilakukan dengan metode tradisional tanpa big data. Dengan melacak barang-barang, perusahaan dapat meningkatkan transparansi sehingga para pelanggan mengetahui di mana paket mereka berada.
    Selain itu, big data juga digunakan untuk mengoptimalkan rute yang digunakan untuk mengirimkan paket tersebut secara otomatis, sehingga mengurangi biaya dan waktu untuk mengirim paket. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kepuasan para pelanggan.
  • Transportasi
    Perusahaan transportasi seperti Grab dan Gojek juga menggunakan big data. Big data digunakan untuk melacak keberadaan dari seluruh driver mereka, dan mencocokkan driver dengan pelanggan yang paling dekat dengan lokasi.
    Big data juga digunakan untuk menghitung biaya layanan mereka secara otomatis, dengan memperhitungkan banyaknya order, keadaan cuaca, dan lain-lain.
    Seperti halnya dengan bisnis yang bergerak di sektor logistik, transportasi juga melakukan pengoptimalan rute yang digunakan oleh kendaraan untuk mencapai tujuan.
  • Perbankan
    Siapa sangka, bisnis sektor perbankan juga menggunakan big data. Dengan big data, perbankan mengumpulkan informasi mengenai penggunanya, seperti seberapa sering dia menarik dan mentransfer uang, seberapa banyak uang yang ditabung, dan lain-lain. Dengan demikian, bank dapat menawarkan layanan yang cocok dengan pelanggan.
    Perbankan juga menggunakan big data untuk mendeteksi transaksi yang tidak sah, dengan memantau pola pengeluaran pelanggan dan mengidentifikasi perilaku yang tidak biasa. Hal ini dilakukan agar pelanggan dapat menggunakan layanan bank dengan lebih aman. 

Selain mengembangkan bisnis dengan menggunakan big data, digital agency dapat membantu Anda untuk mengembangkan bisnis secara efektif. PT. Suitmedia Kreasi Indonesia sebagai digital agency Indonesia dan digital agency Jakarta dapat membantu pengembangan brand Anda dengan transformasi digital, melalui strategi, pengembangan produk, dan komunikasi kreatif.


Penulis: Ahmad Fatih (Software Engineer)