Monetisasi dalam sosial media bukanlah hal yang baru. Bahkan, monetisasi dalam sosial media sudah menjadi hal yang biasa sejak sosial media ada. Monetisasi adalah proses mengubah sesuatu agar bisa menjadi penghasilan. Dalam platform sosial media, monetisasi berarti proses mendapatkan keuntungan dan penghasilan dari sosial media.

Pada awal tahun 2021, Telegram sebagai sosial media berbasis pesan teks instan mengumumkan akan melakukan monetisasi platformnya karena penggunanya sudah mencapai 500 juta pengguna. Pada tahun ini, Telegram Premium resmi hadir di Indonesia. Platform pesan singkat besutan Pavel Durov ini resmi meluncurkan fitur berbayar untuk Telegram Premium di Indonesia. Penggunanya dapat berlangganan mulai dari Rp70.000,00.

Apa saja fitur Telegram Premium?

Telegram mengungkapkan bahwa kontribusi pelanggan premium akan membantu meningkatkan dan mengembangkan aplikasi selama beberapa dekade mendatang. Meskipun demikian, Telegram tetap bebas dan independen, serta mengutamakan pengguna dan nilai mendefinisikan ulang cara kerja perusahaan teknologi. Selain itu, fitur yang ditawarkan Telegram Premium antara lain:

  1. 4 GB File Uploads
    Keuntungan pertama pengguna Telegram Premium adalah batas unggah file digandakan menjadi 4 GB per file, sedangkan pengguna gratis hanya dapat mengunggah file secara permanen hingga 2 GB per file.
  2. Kecepatan Unduhan Maksimal
    Pelanggan Telegram Premium dapat mengunduh media dan file secepat mungkin. Akses apapun di penyimpanan cloud tak terbatas secepat yang dapat diikuti oleh jaringan Anda.
  3. Double Limits
    Pengguna Telegram Premium dapat mengikuti 1.000 saluran, membuat 20 folder obrolan dengan 200 obrolan, menyematkan 10 obrolan, serta menggunakan 10 stiker favorit.
  4. Transkrip Voice Note ke Text
    Pengguna premium dapat mengkonversi pesan suara menjadi teks. Ini dapat digunakan ketika pengguna ingin memeriksa isi pesan alih-alih mendengarkan.
  5. Stiker Unik dan Reaksi
    Puluhan stiker telah ditambahkan dengan animasi layar penuh yang menakjubkan sehingga dapat dikirim oleh pengguna premium.
  6. Manajemen Chat
    Pengguna Telegram Premium juga dapat mengatur obrolan yang disederhanakan termasuk pengaturan folder obrolan.
  7. Animasi di Profile Picture
    Pengguna Telegram Premium dapat menggunakan video untuk digunakan sebagai gambar profil animasi.
  8. No Ads
    Pengguna Telegram Premium tidak akan mendapatkan iklan ataupun pesan bersponsor yang ditampilkan di saluran umum.

Apa monetisasi Telegram sudah tepat sasaran?

Kehadiran Telegram premium sebagai bentuk monetisasi dari aplikasi Telegram sangat berdampak pada pengguna setia Telegram, bisnis, dan digital agency. Semua keuntungan yang ditawarkan oleh Telegram sendiri sangat menjanjikan bagi para pengguna setia Telegram, bisnis, maupun digital agency yang kegiatan sehari-harinya menggunakan platform ini. 

Monetisasi Telegram dengan menghadirkan Telegram Premium sudah membawa angin segar untuk masa depan industri, bisnis, digital agency Jakarta, dan digital agency Indonesia. Namun, apakah monetisasi yang dilakukan oleh Telegram sudah tepat sasaran? Jika berbicara tentang sasaran, target dari Telegram Premium ini adalah pengguna setia Telegram yang setiap harinya menggunakan setiap fitur Telegram. Meskipun demikian, menjadi pengguna Telegram Premium terdengar tidak masuk akal jika hanya menggunakan platform ini untuk bertemu teman atau mengikuti saluran Telegram favorit. Selain itu, banyak fitur-fitur Telegram Premium yang digunakan untuk tujuan estetika saja.

Namun, tepat sasaran atau tidaknya kembali lagi ke pengguna Telegram yang membutuhkan fitur premium. Mengingat harga berlangganan yang cukup tinggi, Telegram Premium tidak layak untuk banyak orang, kecuali jika pengguna ingin mendukung pengembangan platform dan mengamankan masa depannya. Jika hanya sesekali menggunakannya, Telegram Premium kurang berguna bagi banyak orang dan tidak tepat sasaran.


Penulis: Muhamad Erza Novaldo (Digital Media Planner)