Saat ini, media sosial telah menjadi hal yang penting bagi kebutuhan sehari-hari. Orang memiliki banyak sekali cara berkomunikasi melalui media sosial. Mereka dapat mencari, berinteraksi, dan memberikan informasi dengan orang lain dengan mudah. Hal ini berdampak pada naiknya peluang pariwisata digital secara drastis.

Kehadiran media sosial memberikan peluang yang signifikan kepada pariwisata. Oleh karena itu, media sosial dan pariwisata digital merupakan hal yang selaras dalam dunia digital. Pelaku marketing akan mendapatkan manfaat hingga 150 juta pengguna internet yang aktif menggunakan media social dengan durasi rata-rata 3 jam per hari. Hal tersebut akan menguntungkan bagi pelaku marketing, khususnya pada industri pariwisata, untuk memberikan exposure dan meningkatkan awareness dari destinasi pariwisata di Indonesia kepada dunia, melalui media sosial. Selain itu, media sosial juga merupakan alat yang sangat penting bagi pariwisata untuk membantu memahami bagaimana konsumen mengambil keputusan, kebiasaan turis saat liburan, dan kegiatan setelah liburan.

Saat ini penggunaan media sosial di Indonesia cukup tinggi dengan angka pengguna hingga lebih dari 86%, dan Facebook menjadi media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia (Laporan Survei JAKPAT), disusul dengan YouTube, Instagram, dan Twitter. Penggunaan media sosial yang tinggi menjadikan Indonesia sebagai pasar media sosial terbesar di dunia. Pada marketing melalui media sosial, influencers merupakan salah satu hal yang berpengaruh kepada proses konsumen mengambil keputusan atau proses pertimbangan. Blog travel sempat menjadi sumber referensi mengenai traveling bagi konsumen sebelum akhirnya beralih ke travel influencers atau influencers yang menawarkan konten traveling.

Sebagai negara dengan industri pariwisata yang beragam, pemerintah telah menetapkan untuk menargetkan wisatawan milenial melalui para influencers tersebut.  Kementerian Pariwisata Republik Indonesia telah merencanakan untuk membuat destinasi wisata yang “Instragammable” dan menambahkannya ke dalam daftar trending topik. Sebagai contoh, Glenn Fredly telah bekerja sama dengan pemerintah untuk mempromosikan Kota Ambon melalui media sosial.

Untuk membantu mempromosikan daerah pariwisata, penyedia wisata dan kementerian pariwisata dibantu oleh digital agency Indonesia sering melakukan kerja sama dengan pada travel bloggers dan influencers. Sebelum berwisata, baik ke tujuan domestik maupun luar negeri, orang biasanya akan mencari ulasan terlebih dahulu mengenai destinasi yang akan dikunjungi. Pada titik inilah peran dari travel bloggers dan influencers sangat diperlukan untuk memberikan kesan yang baik terhadap suatu destinasi wisata di Indonesia. Dengan bekerja sama dengan influencers, penyedia wisata juga akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen mereka karena orang akan lebih mempercayai influencers. Jadi, bekerja sama dengan travel bloggers atau influencers akan menjadi strategi marketing yang baik untuk industri pariwisata.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia telah sukses dalam menjalankan kampanye “Wonderful Indonesia” pada industri pariwisata di Indonesia. Pada tahun 2017, Indonesia menempati peringkat ke 20 sebagai industri pariwisata terbesar di dunia dan peringkat 9 sebagai sektor pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di seluruh dunia. Melalui penggunaan media sosial sebagai strategi komunikasi dan media yang efektif, Kementerian Pariwisata telah sukses dalam menjalankan kampanye “Wonderful Indonesia”.

Oleh karena itu, media sosial dan pariwisata merupakan dua hal yang selaras karena pariwisata merupakan aktivitas yang berdasarkan pengalaman. Karena media sosial sangat berpengaruh pada pengalaman wisata yang dialami konsumen, sangat disarankan untuk tetap menggunakan media sosial dalam marketing digital pariwisata.

Penulis:  Rainerio Bernadiaz (Social Media Group Head)