Saat ini, perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat sehingga individu dapat bertemu secara online dan sudah terdapat teknologi dunia virtual yang dikenal dengan istilah metaverse. Dalam dunia tersebut, individu dapat bertemu secara langsung karena dunia virtual dibuat berdasarkan dunia nyata. Mereka yang berinteraksi di dunia nyata akan dimunculkan atau direpresentasikan sebagai sebuah avatar di metaverse

Apa itu metaverse?

Tidak terlalu berkaitan dengan teknologi yang diterapkan pada digital agency baik itu digital agency Jakarta maupun digital agency Indonesia, Metaverse merupakan sebuah teknologi yang menciptakan dunia virtual dimana manusia dapat berinteraksi layaknya dunia nyata, namun mereka direpresentasikan sebagai sebuah avatar yang mewakili dirinya. Dalam metaverse, manusia dapat menjelajahi dunia virtual dengan menggunakan avatar yang dapat melakukan aktivitas seperti menyentuh barang dan bersosialisasi dengan orang lain yang masuk ke dunia virtual tersebut. Metaverse membutuhkan akses internet atau harus bersifat online agar dapat terhubung dan berinteraksi di dunia virtual tersebut. 

Apa potensi dari adanya teknologi metaverse?

Saat ini, individu dapat melakukan kegiatannya secara online. Hal ini disebabkan oleh adanya pandemi COVID-19 yang memaksa individu untuk melakukan kegiatannya secara online. Akibatnya, perkembangan teknologi seperti metaverse diperlukan untuk membantu manusia dalam melakukan aktivitasnya. Beberapa potensi metaverse berdasarkan kebutuhan tersebut yaitu:

  1. Metaverse dapat membantu manusia dalam mencari dan membentuk komunitas yang mereka inginkan atau sesuai dengan minat mereka.
  2. Metaverse dapat membantu para pengusaha dalam mengembangkan usahanya karena adanya kemudahan dalam berinteraksi di dunia virtual tersebut.
  3. Metaverse juga dapat membantu dalam mengembangkan e-learning sehingga suasana belajar akan lebih interaktif dengan beberapa fitur yang terdapat pada metaverse, seperti fitur visualisasi 3 dimensi. Fitur ini menyediakan avatar dalam bentuk 3 dimensi bagi setiap orang sehingga para siswa dapat merasakan sekolah seperti biasanya.

Bagaimana perkembangan metaverse pada saat ini?

Metaverse dapat diartikan sebagai dunia virtual tanpa batas. Oleh karena itu, perkembangan metaverse masih sangat luas dan harus menempuh jalan yang panjang untuk menemukan potensi sepenuhnya dari dunia virtual ini. Meskipun demikian, perkembangan metaverse sangat menakjubkan karena perusahaan-perusahaan teknologi besar sudah mulai mengembangkan teknologi ini. Contohnya, Facebook yang mengubah namanya menjadi Meta agar lebih fokus dalam mengembangkan metaverse. Perkembangan metaverse dapat dikatakan cepat karena pengguna media sosial sangat banyak. Hal ini berpengaruh ketika ada teknologi baru yang dapat memberikan visualisasi interaksi secara 3 dimensi, maka banyak pengguna yang menantikan teknologi tersebut.

Apa saja contoh dari metaverse saat ini?

Contoh metaverse yang terkenal saat ini adalah perusahaan Meta milik Mark Zuckerberg yang mengembangkan permainan 3 dimensi dengan memanfaatkan teknologi VR dan AR. Metaverse yang dikembangkan oleh perusahaan ini mampu menciptakan nuansa metaverse baru yang tidak dirasakan oleh pengguna saat menggunakan aplikasi 2 dimensi. Contoh lain dari perkembangan metaverse adalah proses perbelanjaan. Metaverse proses belanja memanfaatkan dompet kripto untuk proses pembayaran saat melakukan transaksi. Selain itu, perkembangan metaverse sudah memasuki dunia musik. Beberapa penyanyi pernah mengadakan konser di metaverse, salah satunya adalah Justin Bieber dengan bantuan dari startup teknologi bernama Wave.

Pro dan kontra adanya metaverse

Munculnya metaverse sebagai teknologi baru menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Metaverse mendapatkan banyak dukungan dari beberapa tokoh industri teknologi. Salah satunya adalah CEO Epic Games, Tim Sweeney, yang mengemukakan pendapat bahwa dengan adanya metaverse, individu dapat membuat dan membagikan konten di dunia tersebut. Selain itu, Victoria Petrock, seorang analis teknologi baru, berpendapat bahwa dengan adanya metaverse, individu dapat melakukan kegiatan yang sama seperti di dunia nyata dan mereka saling terhubung satu sama lain. Meskipun demikian, metaverse tetap menuai kontra. Robert McNamee, salah seorang investor awal Facebook mengatakan, "Adalah ide yang buruk jika kita semua sehari-hari hanya duduk dan menonton melalui alat itu dan merasakannya sebagai sesuatu yang normal." Pernyataan Robert menunjukkan ancaman terbesar dari metaverse, yaitu adanya kecenderungan mengabaikan kegiatan yang dapat dilakukan di dunia nyata oleh individu yang menggunakan teknologi ini. 


Penulis: Rachmadi Rusliansyah (Software Engineer)