Bulan Ramadan adalah saat di mana masyarakat Muslim Indonesia menjalin silaturahmi kepada setiap umat. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk meraih perhatian lainnya dari pengguna media sosial, yang mengakibatkan konsumsi konten yang terus meningkat. Ditambah lagi dengan adanya gaya hidup yang cenderung konsumtif dalam merayakan bulan suci Ramadan.

Masyarakat muslim Indonesia sangat mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari pakaian hingga perabotan rumah tangga. Perubahan perilaku konsumen di bulan Ramadhan nyatanya cenderung memberikan efek yang positif kepada sektor bisnis. Hal inilah menjadi salah satu momen yang paling baik untuk dimanfaatkan oleh brand guna meraih perhatian dari pengguna media sosial dengan membuat strategi pemasaran yang paling efektif, terutama ketika menggunakan media sosial.

Sama seperti kondisi Ramadan tahun lalu di mana pandemi masih berlangsung, tren penggunaan media digital, khususnya media sosial terus meningkat. Pada saat yang bersamaan, perilaku konsumen juga berubah dengan cepat, karena mereka beradaptasi dengan “New Normal” dan batasan-batasan yang diterapkan pemerintah. Maka dari itu para brand harus bisa menyesuaikan dengan cepat strategi apa yang harus diterapkan pada Ramadan tahun ini. Berikut adalah beberapa strategi media sosial yang efektif untuk meningkatkan nilai jual brand:

  1. Mengetahui siapa target audience brand
    Untuk mempersiapkan konten yang relevan di bulan suci ini salah satunya adalah memahami apa yang audience inginkan. Berikan konten yang memotivasi dan berbuat kebaikan dampaknya juga pada kebiasaan digitalnya.
  2. Fokus membuat konten bertema Ramadan
    Selama bulan Ramadan, supaya mudah diingat dan pesan bisa lebih efektif diterima oleh audience, mengemas konten media sosial dengan berbagai hal yang erat dengan nuansa Ramadan. Jangan lupa merangkai caption yang juga berhubungan dengan Ramadan, seperti sapaan saat sahur dan menjelang berbuka puasa, atau quote yang memotivasi audience untuk berbuat baik pada sesama.
  3. Mencari perhatian dari audience
    Langkah selanjutnya adalah dengan mencari perhatian audience dengan membuat konten yang interaktif.
  4. Bekerjasama dengan influencer atau content creator
    Untuk mendukung jalannya campaign agar hasilnya maksimal, brand bisa menjalin kerja sama dengan influencer atau content creator. Mereka dapat membantu memasarkan produk dari sebuah brand secara halus kepada pengikutnya di media sosial.
  5. Perhatikan waktu efektif untuk promosi Ramadan
    Harus diingat bahwa memasuki 10 hari terakhir Ramadan, biasanya ekspedisi mulai overload dan audience mulai sibuk mempersiapkan perjalanan mudik. Karena itu waktu paling efektif untuk melakukan semua strategi pemasaran media sosial Ramadan adalah 1 minggu sebelum Ramadan hingga hari ke 20 bulan puasa.
  6. Sesuaikan waktu posting konten
    Selama bulan Ramadan, waktu puncak orang mengakses media sosial adalah pada saat sahur (3 – 4 dini hari), jam istirahat makan siang (11 – 2 siang), dan menjelang berbuka puasa (5 – 6 sore). Supaya lebih efektif menjangkau audience, sebaiknya otomatisasi posting konten media sosial pada jam tersebut.
  7. Pemasaran melalui media sosial
    Brand perlu memanfaatkan media sosial sebagai media promosi demi meraih pasar yang lebih luas. Pemasaran melalui media sosial adalah proses pemasaran yang dilakukan melalui pihak ketiga, yaitu website berbasis sosial media, seperti Instagram, Facebook, LinkedIn, Twitter, YouTube, bahkan TikTok.

Untuk brand agar bisa menarik minat konsumen di bulan Ramadan ada beberapa tips yang perlu diperhatikan berkaitan dengan strategi konten media sosial. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Google yang bertajuk Winning Ramadan with Digital 2021, memberikan beberapa tips untuk mempersiapkan konten yang relevan di bulan suci ini, berikut beberapa jenis konten yang dirasa cukup mampu menarik minat audience di bulan Ramadhan ini:

  • Konten tentang “berbagi sesama”
    Ramadan tidak lepas dari yang namanya sedekah/zakat. Apalagi selama pandemi tidak sedikit masyarakat di Indonesia yang terkena dampaknya. Maka dari itu bagi mereka yang memiliki kemampuan lebih, ingin saling membantu melalui donasi lebih dari tahun-tahun sebelumnya, sebagai contoh ada sebuah brand makanan membuat pengumuman di aset media sosial mereka bahwa setiap 10% dari hasil penjualan produk akan di donasikan kepada mereka yang membutuhkan.
  • Video creation
    Berdasarkan insight yang diperoleh Google, pencarian ”entertainment” mengalami kenaikan 2 kali lipat pada bulan Ramadan dan adanya kenaikan 41% untuk penggunaan media streaming di Indonesia. Karena hal itulah platform Youtube dan live streaming lainnya dapat membantu brand untuk terhubung dengan audiens, yang bisa dikemas melalui pembuatan web series, video review, dan sebagainya. Di dalamnya dapat melibatkan content creator untuk meningkatkan jangkauan audiens.
  • Konten tips dan trik
    Konten yang bisa memberikan nilai lebih akan sangat dihargai oleh followers. Karena itu, buat juga konten bermanfaat yang bisa menjawab kebutuhan konsumen. Contohnya:
    • Inspirasi outfit untuk lebaran
    • Resep sehat untuk sahur dan berbuka ala anak kost
  • Giveaway atau kuis
    Kuis atau giveaway masih menjadi salah satu cara yang bagus untuk membangun engagement dengan konsumen. Brand bisa membuat kuis dengan tema ‘Bagi-bagi THR’ seperti holiday photo challenge, atau berbagai kontes lainnya.

Dengan menerapkan strategi media sosial yang tepat dan terencana dengan baik akan memudahkan brand untuk menarik minat konsumen sekaligus menghasilkan penjualan terutama pada saat tren belanja online Ramadan mencapai puncaknya.

Penulis: Ghita Asyifa (Sr. Account Executive)