Dalam pembuatan website maupun strategi SEO, brand seringkali hanya fokus pada bagaimana cara meningkatkan ranking di mesin pencarian atau SERP dengan pengoptimalan keyword (kata kunci). Padahal, banyak aspek lain yang perlu ditekankan.
Salah satunya adalah bounce rate yang digunakan untuk melihat bagaimana keterlibatan pengguna (user engagement).
Pentingnya bounce rate dalam website perlu diperhatikan agar dapat memaksimalkan website traffic dan meningkatkan pencarian yang mengarah pada strategi digital marketing guna menghasilkan conversion atau pembelian.
Apa Itu Bounce Rate?
Bounce rate merupakan metrik yang mengukur persentase sesi yang tidak engaged terhadap page atau halaman website.
Pada Google Analytics, bounce didefinisikan sebagai satu sesi pada halaman di sebuah website/situs.
Sedangkan, bounce rate adalah sesi satu halaman dibagi dengan semua sesi yang ada pada website, atau persentase semua sesi di situs Anda saat pengunjung hanya melihat satu halaman dan hanya memicu satu permintaan ke server Analytics.
Dengan bounce rate, kita dapat mengetahui halaman yang relevan dan menarik bagi pengunjung website kita dan halaman apa yang perlu kita optimasi lagi. Bounce rate dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

Contohnya, pada bulan ini pengunjung website berjumlah 600 dan ada sebanyak 200 yang hanya membaca 1 halaman website kurang dari 10 detik dan keluar tanpa mengunjungi halaman yang lain. Oleh karena itu, bounce rate website tersebut adalah (200/600) x 100% = 30%.
Pengunjung yang hanya membaca 1 halaman website tersebut menyebabkan tidak ada peristiwa yang dipicu. Dengan kata lain, pengunjung tersebut tidak menemukan atau tidak tertarik dengan halaman atau konten website tersebut.
Lalu, berapa bounce rate yang baik?
Baik atau buruknya bounce rate subjektif karena dapat berbeda dari jenis industri, halaman maupun source traffic atau sumber lalu lintas dari traffic yang dihasilkan website.
Menurut Semrush, bounce rate yang baik yaitu sekitar 40% atau lebih rendah. Sedangkan menurut Hubspot, rata-rata bounce rate berkisar antara 26% hingga 70%, di mana rata-rata untuk website B2B adalah 56%, sedangkan website B2C adalah 45%.
Baca Juga: SEO Audit: Potensi dan Penilaian Kinerja Situs Web
10 Tips Menurunkan Bounce Rate
Ada banyak cara untuk menurunkan bounce rate, namun 10 tips ini dapat diterapkan agar website lebih optimal dan akhirnya mendatangkan conversion:
- Identifikasi Mengapa Pengunjung Meninggalkan Website
Periksa data pada situs website menggunakan Google Analytics atau tools lainnya untuk mengidentifikasi halaman dengan bounce rate yang tinggi.
Kemudian, coba identifikasi kemungkinan alasan mengapa pengunjung meninggalkan halaman tersebut.
Beberapa faktor yang paling sering ditemukan ketika analisis dilakukan tapi tidak terlihat pada Analytics adalah pemuatan halaman yang lamban, konten yang tidak berguna, atau navigasi website yang tidak jelas.
Faktor seperti pemuatan halaman yang lambat dan navigasi website yang tidak jelas dapat diteliti lebih lanjut menggunakan Google Search Console dengan menganalisis seperti Page Insight maupun Core Web Vitals (LCP, FID, dan CLS). - Prioritaskan User Experience
Memberikan pengalaman pengguna (UX) yang optimal tidak hanya fokus pada tampilan yang menarik saja sebagai prioritas utama.
Data yang telah ditemukan sebelumnya dapat dianalisis lebih lanjut untuk membuat strategi yang memudahkan navigasi dan penggunaan situs website sehingga pengunjung mudah dan cepat menemukan apa yang mereka cari. - Mobile Friendly Sites
Saat ini, banyak orang yang mengakses informasi menggunakan smartphone dibandingkan melalui desktop.
Namun, kebanyakan sumber traffic website datang dari pengguna seluler sehingga website perlu dioptimalkan untuk seluler agar dapat menghindari pengalaman seluler yang buruk serta bounce rate yang tinggi.
Pastikan situs website berfungsi dengan baik dan responsif di semua platform, terutama pada tablet dan smartphone. - Mempercepat Speed Performance Website
Website yang lambat membuat pengunjung enggan untuk berlama-lama. Gunakan plugin untuk memperkecil kode yang digunakan dalam website development ataupun tools untuk kompres gambar sehingga dapat meningkatkan kecepatan website. - Gunakan tampilan yang jelas
Jangan sampai konten pada halaman website membuat pengunjung merasa kesusahan atau enggan untuk membaca. Utamakan pengalaman pembaca dengan menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana.
Jangan sampai halaman hanya berisi teks saja, namun selingi dengan paragraf, bullet points, gambar ataupun video. Selain itu, pastikan ukuran font dan kontras warna sesuai.
Pro Tips: Ukuran font harus sekitar 16 px hingga 18 px agar mudah dibaca - Relevansi Konten
Pengunjung tidak akan menghabiskan banyak waktu di situs yang tidak menyenangkan, tidak menarik, atau sulit dipercaya bagi mereka.
Pastikan materi konten yang ditampilkan pada halaman website relevan dengan istilah pencarian atau keyword yang dicari pengguna. Strategi penargetan sesuai dengan intent pengguna juga dapat diterapkan.
Buatlah konten yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, jika konten ditulis oleh ahlinya atau orang yang relevan dengan bidang yang dibahas akan membuat halaman website lebih kredibel.
Pro Tips: Lakukan update pada konten lama sehingga tetap relevan dengan keadaan sekarang - Gunakan internal linking
Menggunakan tautan internal dengan bijak akan membantu mempertahankan pengguna di situs web Anda lebih lama sehingga mereka tidak hanya stay pada satu halaman saja.
Buatlah tautan ke halaman terkait pada situs website untuk mengarahkan pengunjung ke konten yang lebih bermanfaat dan masih relevan dengan halaman yang sebelumnya mereka buka. - Hindari pop-up
Walaupun Pop Up dapat membantu dalam strategi campaign tertentu, namun pengunjung sebenarnya tidak suka jika ada yang mengganggu mereka saat mengunjungi suatu halaman website.
Hal ini akan memecah fokus mereka membaca halaman tersebut. Oleh karena itu, gunakan sesekali saja dalam jumlah yang kecil dan jika dapat meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan. - Call-to-Action (CTA) yang meyakinkan
Berikan ajakan atau call-to-action yang membuat pengunjung tertarik untuk mengklik. Buatlah strategi CTA yang meyakinkan, efektif, dan mudah dipahami.
Ingat, jangan bertele-tele! - Lakukan A/B Testing dan Pengecekan Rutin
Dengan banyaknya strategi yang dapat diterapkan untuk menurunkan bounce rate, bandingkan mana strategi yang paling tepat yang dapat mempertahankan keterlibatan pengguna pada website.
Dengan menerapkan 10 tips di atas, sebuah website dapat memiliki bounce rate yang optimal serta meningkatkan conversion rate.
Tidak hanya itu, para pelaku bisnis maupun brand juga dapat memanfaatkan layanan digital agency agar tips-tips di atas dapat diselaraskan sehingga menghasilkan hasil yang optimal.
PT Suitmedia Kreasi Indonesia sebagai digital agency yang berlokasi di Jakarta siap membantu Anda dalam transformasi digital melalui strategi, pengembangan produk, dan komunikasi kreatif untuk pengembangan website bisnis yang inovatif.
Yuk, kembangkan bisnis Anda bersama Suitmedia!
Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut.




