Dalam bisnis, produktivitas karyawan menjadi hal esensial yang perlu diperhatikan karena berdampak secara langsung pada pertumbuhan bisnis. Peningkatan produktivitas dapat mengarah pada kepuasan klien yang lebih tinggi, mendorong perkembangan bisnis yang berkelanjutan, hingga berdampak pada peningkatan pendapatan bisnis. Untuk itu, penting untuk meninjau faktor-faktor yang dapat memengaruhi produktivitas karyawan.
Salah satu kunci utama yang menentukan produktivitas karyawan adalah employee engagement. Hal ini disebabkan karena employee engagement dapat mengarah pada peningkatan inovasi dan kreativitas karyawan, mendorong kualitas kerja yang lebih baik, serta memunculkan kolaborasi tim yang lebih baik sehingga mendukung produktivitas pada tim. Dengan demikian, penting untuk memperhatikan aspek employee engagement dalam perusahaan untuk mendukung kinerja bisnis yang lebih optimal.
Teori Employee Engagement
Beberapa teori dapat digunakan untuk meninjau employee engagement, salah satunya adalah teori yang dikembangkan Gallup bernama Gallup Q12. Menurut Gallup, engagement adalah keadaan di mana seorang karyawan merasa terikat secara positif dengan lingkungan kerja atau perusahaan tempat ia bekerja. Kerangka kerja mengenai employee engagement pada Gallup Q12 dijelaskan melalui hierarki kebutuhan pengembangan karyawan sebagai berikut:
Peranan atasan menjadi sangat penting untuk mendukung karyawan mencapai puncak tertinggi dari hierarki kebutuhan pengembangan tersebut. Untuk itu, hierarki kebutuhan pengembangan karyawan ini dapat menjadi peta bagi atasan dalam menentukan strategi dalam memfasilitasi kebutuhan timnya di dalam konteks bisnis.
Pemenuhan kebutuhan karyawan dilakukan secara paralel untuk setiap level hierarkinya. Dengan demikian, atasan harus memenuhi kebutuhan karyawan di level pertama, yaitu basic needs. Jika level pertama sudah terpenuhi, maka atasan harus memfasilitasi kebutuhan karyawan pada level individual contribution dengan tetap memenuhi kebutuhan basic needs karyawan. Jika basic needs tidak terpenuhi, maka karyawan tidak akan bisa mencapai level hierarki selanjutnya.
Level Kebutuhan Karyawan
Berikut penjelasan mengenai setiap level kebutuhan karyawan:
- Level Pertama: Basic Needs
Level pertama berkaitan dengan penjelasan tentang peran dan tanggung jawab serta pemenuhan alat dan sumber daya yang memadai untuk melakukan pekerjaan mereka dengan efektif. Pada level ini, karyawan fokus pada hal-hal yang bisa mereka dapatkan di lingkungan kerjanya. - Level Kedua: Individual Contribution
Level kedua berkaitan dengan kesempatan untuk menunjukkan kekuatan dan bakat karyawan, pengakuan di lingkungan kerja yang mendukung motivasi kerja, dukungan emosional & perhatian pribadi dari rekan kerja, serta bimbingan yang mendukung perkembangan keahlian karyawan. Jika sudah mencapai pada level kedua, karyawan fokus pada hal-hal yang dapat mereka berikan di lingkungan kerja. - Level Ketiga: Teamwork
Level ketiga berkaitan dengan penghargaan atas pendapat yang diutarakan, menyelaraskan pekerjaan dengan misi dan tujuan perusahaan, lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi yang berkualitas, serta hubungan sosial yang kuat di tempat kerja. Di level ini, karyawan berfokus pada penerimaan di lingkungan kerja. - Level Keempat: Growth
Level terakhir berkaitan dengan evaluasi dan diskusi reguler mengenai kinerja dan perkembangan serta kesempatan untuk belajar bagi karyawan. Pada level puncak ini, karyawan berfokus pada cara supaya ia dan perusahaan dapat berkembang.
Baca Juga: Optimalkan Kinerja Perusahaan dengan Employee Development
Strategi Employee Engagement
Teori Gallup Q12 membantu bisnis untuk merancang penerapan nilai-nilai perusahaan yang mendukung pemenuhan hierarki kebutuhan karyawan yang berdampak pada peningkatan produktivitas karyawan. Melalui hierarki tersebut, perusahaan dapat menjalankan strategi-strategi konkret yang mendukung employee engagement dalam usaha optimalisasi produktivitas sebagai berikut:
- Penyediaan Sumber Daya yang Mendukung Pekerjaan
Hal pertama dan utama untuk mendorong tingkat employee engagement yang baik adalah dengan memenuhi kebutuhan dasar dalam hal pengerjaan tugas dan tanggung jawab. Untuk itu, atasan di perusahaan perlu memastikan SOP yang terstruktur dan diperbarui secara berkala. Lebih jauh, perusahaan juga perlu memastikan setiap karyawan sudah terfasilitasi dengan alat-alat dan platform-platform yang dibutuhkan dalam pekerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Contohnya, penggunaan laptop/handphone untuk pekerjaan, Google Workspace untuk penggunaan surel serta penulisan laporan dalam pekerjaan, maupun subscriptions untuk platform-platform yang diperlukan dalam pekerjaan. Jika atasan sudah memastikan bahwa karyawan terfasilitasi penuh dengan SOP serta peralatan yang dibutuhkan, kendala yang dialami karyawan dalam mengerjakan tugas dapat diminimalisir sehingga karyawan memiliki waktu produktif yang lebih banyak untuk bekerja. - Fokus pada Kekuatan dan Pencapaian Karyawan
Penelitian Gallup mengindikasikan bahwa pendekatan yang berfokus pada kekuatan dapat meningkatkan rasa percaya diri, pandangan ke depan, harapan, dan sikap baik terhadap sesama. Dengan demikian, Gallup menemukan bahwa karyawan yang memiliki kesempatan untuk menggunakan kekuatan dan bakat mereka setiap hari cenderung lebih terlibat, puas, dan produktif. Untuk itu, penting untuk melakukan pendekatan yang berfokus pada kekuatan untuk memenuhi kebutuhan level kedua dalam hierarki kebutuhan pengembangan karyawan.
Secara konkret, hal ini dapat dilakukan dalam skala kecil maupun besar. Dalam skala kecil, atasan dapat mengenali dan mengapresiasi kekuatan dan pencapaian karyawan yang mendorong kemajuan tim dalam rapat internal tim. Di sisi lain, strategi ini juga dapat dilakukan dalam skala besar di mana manajemen memberikan apresiasi kepada karyawan yang sudah berkontribusi dengan baik di perusahaan.
Suitmedia Digital Agency sudah menerapkan hal ini dengan memberikan penghargaan kepada karyawan yang memiliki masa kerja yang panjang sehingga mendukung kemajuan perusahaan. Selain itu, Suitmedia juga memberikan apresiasi kepada karyawan yang memiliki performa kerja yang baik. - Fasilitasi Karyawan untuk Menemukan Teman di Lingkungan Kerja
Lingkungan sosial menjadi hal penting dalam mendorong employee engagement yang baik. Namun, beberapa karyawan memerlukan usaha lebih besar dalam memunculkan hubungan interpersonal dengan rekan kerja. Untuk itu, dukungan manajemen, atasan, dan tim HR sangat esensial untuk mendukung karyawan dalam meningkatkan hubungan sosialnya sehingga dapat memiliki teman di lingkungan kerja. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan project yang berkaitan dengan team bonding sehingga memunculkan intensitas interaksi non-pekerjaan antar karyawan. Jika karyawan sudah mengenal rekan kerja dengan baik dan menemukan teman di lingkungan kerja, hal tersebut dapat mendukung dukungan sosial serta emosional dalam setting profesional yang berkorelasi positif dengan produktivitas karyawan.
Contoh dari penerapan strategi berikut bisa sangat beragam menyesuaikan dengan budaya perusahaan. Salah satunya, Suitmedia Digital Agency rutin mengadakan online meetup pertim setiap sebulan sekali dengan agenda makan siang bersama sambil berbincang. Dalam project ini, tim HR mendorong karyawan untuk mengenal satu sama lain dalam setting yang lebih santai sehingga karyawan bisa lebih dekat satu sama lain. Selain itu, Suitmedia juga berkomitmen dalam mengadakan offline meetup setidaknya 3 bulan sekali di seluruh office base meliputi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang dengan agenda yang variatif. Agenda-agenda ini dapat berupa makan siang bersama, bekerja di luar kantor bersama, maupun makan malam bersama setelah bekerja. Dengan offline meetup tersebut, karyawan dapat mengenal rekan-rekan kerjanya dengan lebih baik. - Sediakan Channel bagi Karyawan untuk Memberikan Umpan Balik
Untuk mendukung produktivitas, perusahaan perlu mengetahui secara jelas pandangan karyawan mengenai pekerjaannya. Dengan demikian, perusahaan dapat membantu karyawan untuk melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dengan menemukan solusi dari kendala yang ditemukan. Untuk itu, penting untuk menyediakan channel yang terstruktur dan berkelanjutan bagi karyawan untuk memberikan umpan balik terhadap perusahaan. Dengan hal itu, karyawan merasa penting karena pendapatnya ditampung dan diakomodasi oleh perusahaan sehingga memenuhi kebutuhan level ketiga dan berdampak pada peningkatan employee engagement.
Terdapat banyak sekali cara untuk mengaplikasikan strategi ini, mulai dari akomodasi pendapat secara tertulis maupun secara lisan melalui sesi diskusi dengan atasan. Di Suitmedia, pendapat karyawan merupakan hal penting yang dipercaya menjadi faktor penting yang mendukung kemajuan perusahaan. Untuk itu, Suitmedia rutin melakukan survey engagement bagi karyawan setiap tahunnya. Hasil survey akan dianalisis serta dijadikan acuan pengembangan perusahaan ke depannya sehingga dalam kata lain pendapat karyawan juga menjadi salah satu penentu dalam pengambilan keputusan perusahaan. Selain itu, karyawan juga dapat memberikan umpan balik melalui sesi diskusi 1-on-1 bersama atasan yang rutin terjadwal. Dengan demikian, Suitmedia dapat menyediakan beberapa channel sekaligus dalam mengumpulkan umpan balik karyawan. - Berikan Kesempatan untuk Menambah Keahlian
Perusahaan yang berkembang bermula dari karyawan yang berkembang. Jika karyawan berkembang, maka karyawan dapat semakin terampil untuk mengerjakan tugasnya sehingga dapat menggunakan waktunya secara lebih produktif. Untuk mendorong karyawan berkembang, diperlukan fasilitas dari perusahaan untuk memetakan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan serta cara untuk mendapatkan keterampilan tersebut. Secara sederhana, perusahaan perlu memastikan bahwa karyawan mendapatkan pelatihan yang komprehensif sesuai dengan kebutuhan di posisinya. Jika hal tersebut sudah dapat dipastikan, maka karyawan dapat memenuhi kebutuhan hierarki kebutuhan pengembangan karyawan level puncak.
Sebagai digital agency Indonesia, Suitmedia menerapkan strategi ini dengan memberikan benefit learning bagi karyawan di mana karyawan dapat melakukan reimbursement untuk course, seminar, maupun e-book yang dapat menunjang pekerjaan sehingga kualitas kerja meningkat. Selain itu, Suitmedia juga rutin mengadakan sesi knowledge sharing di mana setidaknya satu bulan sekali setiap tim akan melakukan sesi sharing untuk meningkatkan kapabilitas dalam pekerjaannya.
Kesimpulan
Menerapkan strategi-strategi efektif untuk meningkatkan keterlibatan karyawan bukanlah tugas yang sederhana, namun manfaatnya bagi produktivitas dan kesuksesan jangka panjang perusahaan sangat signifikan. Dengan memberikan kejelasan tujuan dan harapan, menyediakan peluang pengembangan, memberikan pengakuan yang tepat, membangun lingkungan kerja yang mendukung, dan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, perusahaan dapat menciptakan tempat kerja yang penuh semangat dan inovasi.
Karyawan yang terlibat akan merasa lebih dihargai dan termotivasi, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kinerja dan pencapaian tujuan perusahaan. Investasi employee engagement adalah investasi masa depan perusahaan serta menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan dan keberlanjutan. Tunggu apalagi? Segera bentuk employee engagement untuk tingkatkan produktivitas karyawan Anda!




