Bisnis E-Commerce Fashion: Waspadai 3 Hambatan Ini

18 March 2016

Penulis

Editor Editor

Bisnis E-Commerce Fashion: Waspadai 3 Hambatan Ini

JAKARTA - Kebutuhan tren fashion yang selalu up to date mendorong sejumlah kalangan pebisnis khususnya di bidang fashion untuk selalu berinovasi mendekatkan fashion di kalangan masyarakat, seperti salah satunya adalah hadirnya e-commerce yang banyak dimanfaatkan para pebisnis menjadi saluran e-business mereka di bidang fashion.

Business Director Suitmedia Anggriawan Sugianto menyebutkan, e-commerce juga dinilai sangat membantu para pebisnis fashion dalam melebarkan sayap bisnisnya dan tentunya memudahkan para konsumen dalam memberikan sebuah pilihan lain berbelanja khususnya untuk kebutuhan konsumen akan fashion.

Apalagi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memprediksi di tahun 2016 ini nilai transaksi e-commerce akan mencapai angka USD25 miliar atau senilai dengan Rp334 triliun. Sedangkan untuk angka pertumbuhannya, Kemenkominfo mencatat jumlah nilai tersebut naik hingga 40 persen dibandingkan dengan tahun 2015 yang hanya mencapai USD13 miliar, pertumbuhan tersebut akan terus meningkat seiring dengan penetrasi penggunaan Internet yang terus berkembang.

"Untuk perkembangan e-commerce di Indonesia saat ini semakin pesat, bisa kita lihat hampir setiap bulan kita mendapati kabar ada situs e-commerce baru yang diluncurkan, mendapatkan pendanaan baru ataupun meluncurkan fitur-fitur yang baru. Hal ini memang dikarenakan perkembangan pasar e-commerce di Indonesia sangatlah besar," kata Anggriawan dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (18/3/2016).

Kendati demikian Anggriawan menyebutkan, masih terdapat beberapa kendala pada e-commerce di bidang fashion. Anggriawan menjelaskan, ada tiga masalah yang umumnya dihadapi oleh e-commerce tersebut.

Tiga masalah umum e-commerce fashion tersebut, antara lain yang pertama adalah ukuran, banyak konsumen fashion yang mendapati ukuran pakaian yang dibelinya secara online tidak sesuai dengan harapan.

"Masalah ini merupakan salah satu masalah terbesar e-commerce fashion, tapi bisa diminimalisir dengan cara memberikan informasi ukuran pakaian secara detail dari setiap sisi dimensi. Menyertakan informasi tinggi badan (beberapa) model dan ukuran pakaian yang dikenakannya juga bisa menjadi pelengkap solusi, selain tools seperti virtual fitting," tambahnya.

Kedua adalah material, bahan dasar pakaian dan detailnya seperti jenis, ketebalan dan warna bahan sering menjadi masalah ketika konsumen mendapati pakaian yang dibelinya secara online. Masalah ini bisa diselesaikan dengan memberikan detail informasi bahan, disertai dengan foto pakaian secara zoom-in dari jarak dekat.

Terakhir adalah pengembalian barang, kejelasan dan fleksibilitas dalam proses pengembalian barang yang sesuai dengan keinginan konsumen akan meningkatkan loyalitas konsumen. Umumnya konsumen menginginkan penjelasan proses pengembalian yang sederhana, mudah dipahami, dan gratis. Meskipun demikian, perlu juga beberapa strategi untuk menurunkan tingkat pengembalian barang supaya tidak membebani proses operasi bisnis di pergudangan dan pengiriman.

Dengan adanya gambaran dan solusi permasalahan tersebut maka diharapkan para pebisnis fashion yang memanfaatkan e-commerce sebagai platform bisnisnya dapat menghindari dan meminimalisir permasalahan yang akan dihadapi.

Sumber : Sindonews

Related Articles