Bisnis real estate atau properti di Indonesia diprediksi mengalami kenaikan dan semakin bersinar di tahun 2025. Kenaikan tren bisnis ini dipengaruhi perkembangan digital dan teknologi yang membuat bisnis properti mudah untuk dipasarkan melalui media sosial. Akhir-akhir ini, konten bisnis properti sedang ramai di Instagram dan Tiktok. Contohnya, konten viral yang dibuat oleh salah satu sales marketing properti “Gue Tunjukin Rumah Sudah Jadi dan Siap Huni.”
Salah satu platform yang bisa dimanfaatkan bagi pebisnis properti, yaitu Instagram khususnya melalui Ads. Instagram Ads memungkinkan bisnis properti untuk menargetkan konsumen yang memiliki demografi tertentu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
BACA JUGA: Tips, Jenis, dan Langkah Membuat X (Twitter) Ads
Tips Instagram Ads untuk Bisnis Properti
Berikut ini beberapa tips yang dapat dimanfaatkan sales untuk mempromosikan bisnis properti melalui Instagram Ads:
1. Tetapkan Objective yang Jelas
Ketika menjalankan iklan di Instagram bisnis properti, Anda perlu menetapkan tujuan yang jelas, apakah untuk meningkatkan brand awareness, menambah Instagram engagement, mendatangkan leads, atau tujuan lainnya. Adanya tujuan membantu Anda menentukan objective campaign dan jenis campaign yang dipilih pada Instagram Ads. Hal ini juga akan membantu strategi selanjutnya, seperti pemilihan format iklan, penentuan budget, dan sebagainya.
2. Penargetan Lokasi
Pada Instagram Ads terdapat satu fitur yang dapat digunakan sales properti, yaitu pilihan target audience yang beragam. Salah satu tips bagi sales adalah dengan penggunaan opsi geotargeting dimana iklan dapat ditampilkan hingga lokasi yang sangat spesifik sehingga bisa menjangkau orang-orang yang mungkin tertarik dengan properti yang ditawarkan.
3. Pemanfaatan Opsi Targeting Lainnya
Penargetan lokasi tidak cukup untuk mempromosikan bisnis di Instagram Ads. Bisnis properti memiliki demografi yang spesifik berdasarkan jenis properti yang akan dijual atau disewakan. Misalnya, Anda ingin menjual rumah dekat area elite di Depok, dengan target early jobbers usia 24 tahun-an bukanlah strategi yang tepat. Bisnis properti lebih cocok menargetkan senior jobbers dengan posisi strategis yang ingin mencari tempat tinggal baru.
Buatlah target audiens di Instagram Ads yang spesifik agar iklan lebih tepat sasaran. Jika Anda ingin mempromosikan properti dekat area belanja dan targetnya keluarga muda, maka Anda dapat mencari pembeli berusia 28 tahun ke atas dengan interest shopping dan demografi sudah menikah.
Pada Instagram Ads, sales juga dapat melakukan segmentasi audiens berdasarkan:
- Pendidikan
- Status hubungan
- Demografi kehidupan (misalnya, baru menikah, baru pindah, pensiun, dll.)
- Minat, kesukaan dan perilaku spesifik
Selain segmentasi tersebut, Instagram Ads juga menawarkan opsi penargetan remarketing dan lookalike. Strategi remarketing dan lookalike ini dapat membantu sales untuk menjangkau orang-orang yang tertarik dengan konten atau ads sebelumnya, mengenai properti yang ditawarkan serta audiens yang serupa.
Ketika pengaturan audiens terlalu spesifik, maka ukuran audiens akan menjadi kecil. Oleh karena itu, penting untuk tidak menggunakan filter segmentasi yang berlebihan karena dapat mengurangi peluang sales properti untuk mencapai pembeli atau konsumen yang potensial. Biasanya di Instagram Ads terdapat meteran audiens yang bisa dilihat di bagian kanan untuk melihat audiens dengan pemilihan target yang luas atau sempit.
4. Penjadwalan dan Budget Iklan yang Efisien
Anda dapat membuat jadwal iklan Instagram Ads serta menentukan kapan periode campaign ads berjalan dan berakhir, sesuai dengan waktu yang tepat. Contohnya promosi apartemen untuk mahasiswa yang memiliki uang saku, maka waktu yang tepat adalah setiap tahun ajaran baru. Selain itu, pastikan budget Instagram Ads yang digunakan sesuai dengan budget pemasaran bisnis properti. Sales bisa menggunakan strategi daily budget terlebih dahulu untuk sekalian melakukan testing berapa harga yang biasanya dikeluarkan tiap kali Instagram Ads berjalan.
5. Konten dan Visual yang Menarik
Sales properti perlu memanfaatkan pemasaran digital yang kreatif mulai dari visual, jenis konten, dan musik yang menarik. Kemampuan bercerita serta visual yang menarik tentang properti, lingkungan sekitar, dan kisah sukses properti membantu sales properti membangun kepercayaan, menarik keterlibatan, dan pada akhirnya mendorong konversi.
Beberapa contoh visual yang bisa diterapkan yaitu:
- Menampilkan detail properti melalui video Reels untuk diiklankan.
- Menggunakan rekaman drone untuk memberikan perspektif yang lebih baik kepada pembeli tentang properti tersebut.
- Menggunakan konten UGC atau testimonial dari pembeli mengenai bisnis properti sehingga lebih meningkatkan brand trust untuk calon konsumen lainnya.
- Menggunakan tap in trend atau musik viral untuk mempromosikan konten yang akan diiklankan.
6. Buat Teks dan CTA
Pastikan teks pada Instagram Ads jelas, singkat, dan to-the-point. Beri tahu konsumen apa yang didapatkan bahkan sebelum klik iklan tersebut. Sales juga dapat menginformasikan harga, luas tanah, lokasi, jumlah kamar tidur, dan informasi penting lainnya di iklan Instagram.
Kesimpulan
Bisnis properti bergantung pada visual, pemasaran yang kreatif, dan hubungan audiens yang kuat melalui Instagram Ads. Instagram Ads bermanfaat untuk mempromosikan ke target audiens, menghasilkan lead, dan membangun brand awareness yang kuat. Oleh karena itu, layanan digital advertising yang tepat menjadi kunci mengoptimalkan hasil pemasaran properti.
Sebagai solusi digital advertising yang efektif, layanan Suitmedia Digital Agency hadir untuk membantu bisnis properti mencapai audiens yang lebih luas dengan strategi pemasaran berbasis data. Dengan digital advertising yang dirancang untuk meningkatkan visibilitas dan keterlibatan brand, digital agency kami memastikan setiap kampanye menghasilkan dampak maksimal serta membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan potensial. Mari mulai proyek Anda bersama Suitmedia!




