Cek alasannya yuk, kenapa banyak orang baik secara perorangan maupun korporat sejak 5 tahun belakang ini merasakan kegunaan Media Sosial jauh lebih positif dan menguntungkan untuk beriklan, terutama Facebook.
MEDIA SOSIAL vs MEDIA TRADISIONAL
Masih banyak yang belum percaya keberadaan Media Sosial cukup berpengaruh dan dapat menjadi bahan pertimbangan sebagai sarana beriklan dibandingkan Media Tradisional. Inilah beberapa catatan perbandingannya menurut survey kebanyakan:
Media Sosial memiliki pengunjung yang sudah ditargetkan sehingga beriklan bisa disasarkan untuk komuniti yang relevan saja. Media Tradisional harus mengalami proses screening jam, media, dan faktor pilihan lainnya.
Media Sosial mengenakan biaya iklan lebih rendah untuk jangka waktu yang lama (abadi) dibandingkan dengan iklan di TV atau media cetak yang cenderung mahal untuk hasil dengan dampak yang hanya dirasa sesaat.
Media Sosial memberikan cara komunikasi lebih interaktif, sedangkan Media Tradisional berkomunikasi hanya satu arah (reaksi timbal-balik tidak dapat diukur langsung).
FACEBOOK KANAL TERBESAR MEDIA SOSIAL
Pengguna Facebook sampai saat ini masih terbesar di Indonesia, ini karena berkembang pesatnya pengguna internet muda dan sifat masyarakat Indonesia yang gemar berkomunikasi. Akibatnya Facebook dianggap jadi satu sarana yang tepat dan sudah menjadi gaya hidup, tidak mengherankan kalau Indonesia masih tercatat sebagai Negara yang masuk 5 besar dengan pengguna terbesar.
Januari 2010: 15.300.000 pengguna
December 2010: 31.700.000 pengguna
Februari 2012: 43.100.000 pengguna
Totalitas pengguna berdasarkan gender

ALASAN KITA PERLU BERIKLAN DI FACEBOOK
Jika penjelasan fakta secara luas di atas masih belum cukup meyakinkan, beberapa kekuatan di bawah ini adalah alasan kenapa memasang iklan di Facebook sangat menjadi rekomendasi untuk berkampanye secara online.
- Target pengunjung relevan
Iklan di Facebook dapat ditentukan secara spesifik sesuai target konsumen yang diinginkan.
Motodologi dasar dari Sosial Media sama dengan tujuan iklan

Membius -> Mencuri perhatian untuk mendorong traffic ke website
Mengubah -> Membuat konsumen beralih jadi pelanggan
Mentransformasi -> Merubah keberhasilan saat ini menjadi magnet pencuri perhatian
- Menjadi lebih sosial
Seperti jaring laba-laba, efek pergerakan penempatan iklan di Facebook yang sudah disesuaikan target konsumen melibatkan seluruh network yang dimiliki suatu akun, jadi penyebaran iklan bergerak lebih luas dan terlibat secara sosial.


- Efek jangka panjang
Tidak hanya bergerak meluas, suatu brand yang disukai (“LIKE”), aktivitasnya kan terus terlihat dan terupdate dalam timeline akun target konsumen di Facebook. Efek dari kemunculan brand yang berulang ini akan melekat dalam ingatan target konsumen.

DAFTAR ISTILAH BERIKLAN DI FACEBOOK
- Impression = angka kemunculan iklan
- Campaign reach (or just reach) = angka banyaknya orang yang melihat iklan (satu orang dapat melihat iklan lebih dari satu kali)
- Frequency = angka rata-rata berapa kali orang melihat iklan
- Action = aksi yang dilakukan setelah melihat iklan (paling banyak “LIKE” Page)
- Clicks = angka banyaknya orang meng-klik iklan
- CTR (Click-through rate) = angka klik dibedakan dari angka berapa kali iklan muncul
- Social impression/click/reach/CTR = sama seperti di atas, ditambah nama teman dari yang menyukai iklan
SARAN
- Klik harus mirip dengan aksi. Jika perbandingan klik dengan aksi lebih besar dari 2:1, maka iklan perlu diperbaiki
- CTR sekitar 0.1% bersifat KPI UMUM, lebih dari itu bernilai BAIK, angka kurang dari itu, kemungkinan besar iklan perlu diperbaiki
- Jika usia target tergolong dewasa, semakin sulit untuk menempatkan iklan (maka, perlu tawarab CPC lebih tinggi)
- Wanita berusia 13-17 cenderung kurang mengklik iklan dibandingkan dengan jenis kelamin lainnya / jenis usia




