Setiap tahunnya pemerintah terus berupaya untuk selalu meningkatkan mutu penyelenggaraan ujian nasional di tingkat SD,SMP dan SMA. Beberapa penyempurnaan telah banyak dilakukan seperti salah satunya yaitu ujian nasional berbasis online yang kembali diselenggarakan pada tahun 2016 ini.
Sekilas mengenai latar belakang ujian nasional berbasis online di Indonesia. Sejak tahun 2014 lalu, Dinas Pendidikan Indonesia mulai menerapkan ujian nasional berbasis komputer atau biasa disebut ujian nasional online. Pemberlakuan ujian nasional online ini diharapkan agar dapat meningkatkan mutu, menghemat biaya, dan juga menjamin pelaksanaan ujian dengan jujur, bersih, dan fleksibel. Ujian nasional berbasis komputer atau computer based ini tentu lebih praktis dibandingkan dengan ujian nasional tulis seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, realisasinya tentu akan menemui banyak tantangan yang harus diperhatikan oleh Dinas Pendidikan.
Walaupun penyelenggaraan ujian nasional online hanya dilaksanakan di beberapa sekolah saja yang sudah dilengkapi dengan fasilitas pendukung tentunya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu ujian nasional online. Ujian nasional online yang berlangsung sekarang sebetulnya belum 100% online, tapi lebih tepatnya disebut ujian berbasis computer CBT (Computer Based Test). Soal-soal ujian nasional diunduh terlebih dahulu dari server Kemendikbud pusat secara online. Lalu soal tersebut akan didistribusikan ke para peserta ujian menggunakan komputer di sekolah yang terhubung jaringan lokal ke server sekolah.
Dalam pelaksanaan ujian nasional online sedikitnya ada 3 hal utama yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan ujian bisa lebih baik. Pertama, kualitas infrastruktur dan perangkat keras pendukung, yaitu komputer, server sekolah, dan koneksi Internet untuk mengunduh semua soal.
Kedua, kualitas perangkat lunak untuk ujian berbasis komputer, baik dari sisi fungsional (fitur-fitur yang teruji dan tidak ada kesalahan), maupun sisi non-fungsional (user experience, estetika desain aplikasi, kecepatan akses, dsb).
Dan yang terakhir adalah keamanan sistem. Mulai dari distribusi soal ujian secara online, sampai penggunaan aplikasi ujian berbasis komputer yang bisa mencegah atau mempersulit segala bentuk kecurangan, misalnya pengacakan soal dan pilihan jawaban, penutupan semua aplikasi lainnya yang tidak relevan, dsb.
“Meskipun belum 100% online, tapi hal ini merupakan sebuah kemajuan dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian akhir nasional”.




