Mobile learning adalah pembelajaran menggunakan teknologi mobile device seperti smartphone, tablet, dan notebook. Karena mobilitas pelajar yang tinggi, mobile learning memungkinkan pelajar untuk berinteraksi dengan teknologi portable di mana saja dan kapan saja.

Bagaimana merancang aplikasi mobile learning yang dapat mengakomodasi kebutuhan guru dan siswa

Ada beberapa parameter yang dapat digunakan untuk menilai kebutuhan pembelajaran untuk mobile delivery yang hebat:

  • Kebutuhan pembelajaran
    Kita harus mengetahui jenis keterampilan tertentu yang perlu dipelajari siswa sehingga mereka dapat memecahkan masalah dengan bantuan teknologi mobile
  • Konten pembelajaran
    Konten pembelajaran digunakan sebagai pendukung kinerja yang dapat membantu memecahkan masalah siswa dalam konteks tertentu. Dapat mencakup segala jenis fungsi yang tersedia di mobile devices seperti gestures, motion sensors, dan augmented reality.
  • Desain yang mudah digunakan
    Hal berikutnya yang harus kita buat dengan hati-hati adalah desain yang disesuaikan dengan mobilitas tinggi penggunanya. Berikut adalah beberapa faktor yang perlu kita perhatikan sebelum merancang aplikasi mobile learning:
  • Memberikan solusi
    Kita harus memahami bagaimana, kapan, dan di mana siswa akan membutuhkan solusi pembelajaran untuk memecahkan masalah mereka.
  • Keep it simple
    Membatasi konten pada kebutuhan kinerja pelajar berguna saat merancang aplikasi mobile learning. Susun konten dalam potongan diskrit pendek yang masing-masing dapat berdiri sendiri.
  • Pertimbangkan jenis konten
    Kita harus mempertimbangkan dengan cermat, media dan interaktivitas mana yang akan disertakan dalam bagian solusi. Dengan memastikan bahwa media dan interaktivitas tersebut sesuai untuk perangkat, lingkungan siswa, dan kebutuhan siswa. Menggunakan modul pembelajaran mikro dan mini learning experience cocok digunakan pada mobile devices.
  • Pastikan desainnya berpusat pada user-centric
    Buatlah arsitektur informasi yang melayani kebutuhan siswa, yang dapat membantu mereka memberikan user experience yang luar biasa.
  • Menciptakan ruang kolaboratif
    Discussion boards memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berkolaborasi dan membangun pengetahuan bersama. Ini sangat cocok untuk mobile learning, karena siswa dapat berkolaborasi dan mendiskusikan masalah yang harus mereka pecahkan dengan temannya kapan saja & di mana saja.
  • Sisipkan gamifikasi dan digital badges
    Gamifikasi dapat digunakan sebagai strategi untuk memberikan pengalaman belajar yang mendalam, terutama bagi siswa yang lebih muda. Melibatkan peserta didik dan membantu mereka mencapai tujuan, lalu memberikan rewards. Rewards system dirancang secara akurat untuk mencerminkan pencapaian peserta didik dan berpengaruh pada praktik pendidikan.
  • Jangan lupa mode offline
    Buat materi konten yang dapat diunduh ke mobile devices. Dengan cara ini, siswa dapat melihatnya nanti tanpa harus selalu bergantung pada koneksi internet. Ketika kembali online, progres pembelajaran yang dilakukan ketika offline nantinya akan disinkronkan secara otomatis.
  • Mengontrol kecepatan belajar
    Mobile learning dapat digunakan untuk membantu siswa mengatur kecepatan belajar mereka sendiri. Namun, sebagai perancang aplikasi, kita memiliki kendali penuh atas bagaimana kecepatan informasi harus dirilis dan diterima oleh siswa. Pastikan untuk mengatur kecepatan yang nyaman untuk siswa.
  • Jadikan tersedia untuk semua platform
    Persiapkan aplikasi mobile learning untuk Android dan iOS. Pantau system technology  operasi terbaru, buat agar aplikasi mudah diskalakan dan kompatibel dengan versi sistem operasi yang lebih baru di berbagai perangkat.
  • Memanfaatkan fungsi khusus perangkat
    Pikirkan tentang fungsi yang dibuat untuk setiap mobile devices saat ini. Kita dapat menangkap data audio-visual, berkomunikasi melalui panggilan atau teks, location awareness, augmented reality, motion sensing, voice-assistance, dan banyak hal lain yang tersedia di mobile devices yang terus meningkat setiap saat.

Tantangan dan peluang pengembangan aplikasi pembelajaran seluler di masa depan 

Dalam 5 hingga 10 tahun dari sekarang, BYOD (Bring Your Own Device) akan menjadi bagian dari pendidikan. Faktor utama dibalik pertumbuhan pendidikan online adalah meningkatnya permintaan peserta didik yang ingin meningkatkan keahliannya. Menurut Geopoll.com, pada akhir tahun 2018, terdapat 5,1 miliar orang di seluruh dunia yang memiliki mobile devices subscription, dan diperkirakan pada tahun 2025 jumlah ini akan tumbuh hingga 5,8 miliar. Pewresearch.org mengatakan bahwa orang yang lebih muda di setiap negara yang disurvei jauh lebih banyak memiliki smartphone dan mengakses internet.  

Di tengah situasi pandemi COVID-19, internet seolah menjadi penyelamat proses pembelajaran di kampus atau sekolah yang saat ini sedang ditutup. Fasilitator pembelajaran menggunakan aplikasi untuk menjangkau siswa mereka di rumah. Pandemi COVID-19 secara tidak sengaja memaksa dunia untuk mengubah metode pembelajaran tatap muka menjadi e-learning.  

Namun, ada beberapa tantangan pada penggunaan mobile technology. Kebutuhan konstan akan konektivitas internet untuk mengakses materi pembelajaran merupakan salah satu kendala terbesar. Infrastruktur di beberapa tempat terkadang tidak dibangun untuk mendukung metode mobile learning. Dengan demikian, penting untuk membangun ruang lingkup sistem mobile learning yang dapat berjalan di lingkungan yang stabil. 

Sekarang, mari kita bicara tentang UI designs. Sebagai desainer, kita harus harus merancang learning experience yang responsif dan optimal untuk smartphone. Namun, sangat sulit untuk mengembangkan konten pada ukuran layar yang berbeda sambil mempertahankan kualitasnya agar menghasilkan user experience yang bagus. 

Untuk memastikan kualitas dan membuat user experience yang sempurna di seluruh perangkat, kita harus menguji aplikasi sebelum merilisnya ke pelajar. Ada alat untuk melihat pratinjau aplikasi di banyak perangkat dengan satu klik, tetapi kita harus ingat bahwa tidak ada yang mengalahkan real experience.

Oleh karena itu, mobile development pada aplikasi pembelajaran saat ini harus benar-benar dikembangkan dengan cermat, mengingat kegiatan di masa pandemi COVID-19 para siswa dan guru berpusat pada mobile learning.

Kita dapat menyimpulkan bahwa perpaduan mobile development pada sebuah aplikasi dan mobile learning yang baik akan sangat membantu di sektor pendidikan saat ini, terutama dalam situasi pandemi COVID-19. Mobilitas dan keserbagunaannya yang tinggi terbukti efektif menjangkau generasi muda dan membantu mereka dalam proses belajar.

Author: Muhammad Alam Akbar (Technical Lead)