Pernahkah Anda menggunakan AI untuk mempercepat pembuatan aplikasi, tetapi waktu peluncurannya masih terasa lama? Kode sudah selesai, namun tim masih harus menyesuaikan data, memeriksa koneksi antar sistem, atau menunggu hasil pengujian setelah integrasi dengan sistem lain. Situasi ini menunjukkan bahwa ada pekerjaan lain yang ikut menentukan keberhasilan pengembangan aplikasi.
Di perusahaan besar atau enterprise, aplikasi biasanya terhubung dengan banyak sistem. Perubahan pada satu fitur bisa memengaruhi proses di bagian lain. Oleh karena itu, software integration menjadi bagian penting dalam penggunaan AI. Bagaimana integrasi membantu perusahaan mendapatkan manfaat dari AI? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Software Integration?
Software integration adalah proses menghubungkan aplikasi atau sistem agar dapat bertukar data dan menjalankan proses kerja yang saling berkaitan. Integrasi membantu informasi mengalir dari satu sistem ke sistem lainnya sehingga tim tidak perlu memasukkan data yang sama berulang kali.
Bayangkan pelanggan memesan produk melalui portal perusahaan Anda. Portal perlu membaca stok dari ERP, mengambil informasi pelanggan dari CRM, dan menerima status pembayaran. ERP mengelola sumber daya serta transaksi operasional, sementara CRM menyimpan informasi hubungan dengan pelanggan. Dengan integrasi yang baik, sistem-sistem tersebut dapat mendukung pemrosesan pesanan secara konsisten.
AI bisa membantu developer membuat kode penghubung dan menyiapkan pengujian. Agar hasilnya sesuai kebutuhan, tim tetap perlu menjelaskan aturan bisnis, format data, dan cara menangani transaksi yang gagal.
Mengapa Coding Lebih Cepat Belum Tentu Mempercepat Rilis?
Pengembangan aplikasi melibatkan lebih banyak pekerjaan daripada menulis kode. Ada kebutuhan yang harus disepakati, perubahan yang perlu diperiksa, serta pengujian sebelum aplikasi digunakan. Jika salah satu tahap masih terhambat, kecepatan coding belum cukup untuk mempercepat seluruh proses.
Salah satu tantangannya adalah legacy systems, yaitu sistem lama yang masih digunakan perusahaan. Sistem ini bisa menyimpan aturan bisnis yang belum terdokumentasi dengan lengkap. AI dapat menghasilkan kode berdasarkan informasi yang tersedia, tetapi belum tentu mengetahui aturan yang hanya dipahami oleh tim tertentu.
Akibatnya, developer harus memperbaiki kembali kode saat integrasi atau pengujian. Laporan DORA 2025 menggambarkan AI sebagai penguat kondisi organisasi. Proses yang baik dapat membantu perusahaan memperoleh manfaat lebih besar, sedangkan hambatan yang belum ditangani dapat ikut membesar.
Inilah alasan perusahaan perlu melihat alur pengembangan secara menyeluruh. Dalam The AI revolution in software development, McKinsey juga menekankan penggunaan AI sepanjang siklus pengembangan, termasuk pada kebutuhan, pengujian, dan operasional.
Cara Menyiapkan Integrasi untuk Pengembangan Berbantuan AI
Agar penggunaan AI sesuai dengan kebutuhan perusahaan, mulailah dari proses yang ingin diperbaiki. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:
1. Petakan Sistem dan Alur Data
Kenali aplikasi yang terlibat, data yang dikirim, dan tim yang bertanggung jawab. Pada portal pemesanan, misalnya, tentukan sistem mana yang menjadi acuan stok dan kapan informasi tersebut diperbarui. Pemetaan ini membantu developer memahami hubungan antar sistem sebelum membuat perubahan.
2. Siapkan Konteks yang Dibutuhkan AI
Lengkapi dokumentasi API, aturan bisnis, dan kriteria penerimaan fitur. API merupakan antarmuka yang memungkinkan aplikasi berkomunikasi. Informasi yang jelas memberi tim acuan untuk menggunakan dan memeriksa hasil AI. Dalam project management, dokumentasi tersebut juga membantu menyamakan pemahaman antara developer, penguji, dan pengguna aplikasi.
3. Mulai dari Perubahan yang Terbatas
Anda tidak perlu selalu mengganti seluruh sistem lama. Jika aplikasi baru hanya membutuhkan informasi stok, tim dapat menambahkan API atau layer penghubung untuk fungsi tersebut terlebih dahulu. Setelah hasilnya diuji, perusahaan dapat menentukan perubahan selanjutnya berdasarkan kebutuhan dan kondisi sistem.
4. Uji Kondisi Saat Terjadi Gangguan
Pastikan pengujian mencakup kondisi ketika layanan tidak merespons atau mengirim data yang tidak lengkap. Contohnya, apa yang terjadi jika pembayaran berhasil, tetapi pesanan belum tercatat? Tim juga perlu memastikan percobaan ulang tidak membuat pesanan ganda. Pengujian seperti ini membantu menjaga keandalan proses bisnis.
Bagaimana Mengukur Keberhasilan Penggunaan AI?
Jumlah kode yang dihasilkan belum cukup untuk menilai manfaat AI. Anda perlu melihat apakah pekerjaan selesai lebih cepat, kualitas aplikasi terjaga, dan pengguna memperoleh hasil yang lebih baik.
Untuk proses rilis, tim dapat menggunakan lima metrik DORA: change lead time, deployment frequency, failed deployment recovery time, change fail rate, dan deployment rework rate. Metrik tersebut membantu melihat waktu pengiriman perubahan, frekuensi rilis, pemulihan setelah rilis gagal, serta kegagalan dan pekerjaan ulang akibat insiden.
Perhatikan pula waktu review, bug setelah rilis, dan usaha untuk memperbaiki hasil code dari AI. Jika waktu developer berkurang tetapi beban pengujian meningkat, perusahaan perlu mengevaluasi kembali prosesnya.
Apa yang Perlu Disiapkan untuk AI Agent?
AI agent dapat membantu menjalankan beberapa langkah pekerjaan, seperti menyiapkan perubahan kode, melakukan pengujian, dan membuka pull request untuk diperiksa. Kemampuan ini memberi peluang otomatisasi yang lebih luas, sehingga perusahaan perlu menentukan batas tugas dan aksesnya dengan jelas.
Tim juga perlu membiasakan diri memeriksa alasan di balik perubahan yang dibuat AI. Developer harus memahami dampaknya terhadap aplikasi lain, sementara penguji memastikan hasilnya sesuai dengan proses bisnis.
Mulailah dari tugas yang hasilnya dapat diperiksa dengan mudah. Catat aktivitas agent dan tetap lakukan review untuk perubahan penting. Penggunaan AI dapat diperluas ketika tim sudah memahami manfaat serta kebutuhan pengawasannya.
Konsultasikan Software Integration Bersama Suitmedia Digital Agency
AI dapat mempercepat pengembangan aplikasi, tetapi hasilnya baru terasa ketika fitur bisa digunakan dengan baik dalam operasional perusahaan. Software integration membantu memastikan data tetap konsisten dan perubahan pada aplikasi dapat berjalan bersama sistem yang sudah ada.
Langkah awalnya adalah menemukan hambatan yang paling sering menunda rilis atau menambah pekerjaan manual. Perbaiki proses integrasinya, gunakan AI pada pekerjaan yang sesuai, lalu ukur apakah waktu pengerjaan berkurang dan kualitas aplikasi tetap terjaga. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk memperluas penggunaannya.
Suitmedia sebagai digital agency Indonesia sekaligus digital consultancy agency membantu perusahaan mengembangkan aplikasi enterprise, modernisasi sistem lama, dan menghubungkan aplikasi dengan kebutuhan bisnis. Diskusikan tantangan sistem Anda bersama Suitmedia Digital Agency untuk menentukan prioritas integrasi dan pengembangan yang tepat sekarang.




