Ada yang mengatakan bahwa satu gambar mampu mewakili 1000 kata. Kenyataannya, otak manusia memproses visual 60.000 kali lebih cepat daripada teks, dengan menyimpan 80% dari apa yang dilihat dan menyisakan 20% dari apa yang dibaca. Oleh karena itu, visualisasi adalah cara yang efektif untuk menyampaikan sebuah pesan atau bahkan cerita sehingga dapat lebih mudah ditangkap oleh audiens.
Apa itu Visual Storytelling?
Visual Storytelling adalah sebuah seni dimana memanfaatkan elemen visual untuk menyampaikan sebuah cerita. Elemen visual tersebut dapat berupa ilustrasi, foto, maupun video. Visual Storytelling dapat menjadi sebuah alat dapat diterapkan dalam pembuatan konten web.
8 Tips Visual Storytelling
Satu hal yang menjadi tantangan terbesar bagi visual storyteller adalah bagaimana menciptakan visual yang dapat menarik perhatian audiens. Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menciptakan storytelling yang memikat audiens:
- Kenali Audiens

Penting untuk memahami tujuan dari cerita yang akan kita sampaikan terlebih lagi kenali target audiens yang ingin dicapai. Pastikan elemen visual yang digunakan sesuai dengan kelompok masyarakat tertentu. - Menciptakan Elemen Visual yang Interaktif

Penggunaan elemen yang interaktif, seperti animasi, menjadi salah satu strategi untuk dapat mempertahankan perhatian audiens. - Konsistensi

Penggunaan style visual, color palette, maupun font yang konsisten akan lebih enak dipandang mata serta dapat memberikan kesan satu kesatuan yang utuh dalam storytelling. - Visualisasi yang Jelas

Seringkali peran sebuah gambar hanyalah mengulang apa yang telah disampaikan pada narasi. Sebisa mungkin gunakan visual yang lebih mendukung secara harmonis text yang ada. Hindari menggunakan elemen visual secara berlebih karena justru akan menghambat penyampaian pesan. - Ambisi untuk Mencapai Hasil Terbaik

Ciptakanlah sebuah visual yang dieksekusi secara maksimal di tengah maraknya situs yang menyediakan berbagai aset visual secara gratis maupun berbayar. - Bangun Ikatan Emosi Melalui Visual

Visual memiliki kemampuan untuk membangkitkan emosi sehingga dapat membangun koneksi yang lebih dalam dengan audiens. - Optimalkan Elemen Visual yang Digunakan

Demi memberikan pengalaman yang terbaik kepada audiens, maka perlu untuk mengoptimalisasi elemen visual yang digunakan baik dari segi format maupun kualitas/resolusi. - Membuat Perencanaan Awal yang Matang

Sebuah visual storytelling yang bagus dan mampu memikat audiens akan dapat terwujud apabila diawali dengan perencanaan yang matang. Proses perencanaan memberi kesempatan untuk mempertimbangkan berbagai aspek baik dari pemilihan elemen visual, moodboard, maupun susunan/flow.
Itulah 8 tips dalam membuat sebuah visual storytelling yang mampu memikat audiens. Dalam prosesnya, seorang storyteller tentunya juga memerlukan daya kreativitas dan eksplorasi ide-ide visual yang akan mendukung dan menuntunnya hingga tercipta sebuah visual storytelling yang baik.
Untuk memaksimalkan visual Anda, Suitmedia sebagai Digital Agency Indonesia siap membantu pembuatan visual storytelling yang menarik. Berpengalaman selama 14 tahun, PT Suitmedia Kreasi Indonesia menyediakan layanan kreatif untuk UI/UX Design, Visual, Motion, dan Videography untuk menunjang pengalaman pengguna. Temukan visual storytelling terbaik bersama kami!




