Bukan Sekadar Tren, Ini Strategi Memaksimalkan Marketing Bisnis Anda dengan Short-Form Video!

9 August 2025

Penulis Andrea Batari (Graphic Designer)

Editor Jessica Patricia (Copywriter)

Bukan Sekadar Tren, Ini Strategi Memaksimalkan Marketing Bisnis Anda dengan Short-Form Video!

Di era digital yang serba cepat, perhatian audiens menjadi salah satu aset paling berharga dalam strategi marketing. Di tengah banyaknya informasi, brand dituntut untuk menyampaikan pesan secara singkat, menarik, dan tepat sasaran. Oleh karena itu, peran short-form video menjadi sangat relevan.

Short-form video bukan hanya sebagai tren sesaat, tetapi sebagai alat yang efektif untuk membangun koneksi, meningkatkan engagement, dan mendorong konversi. Sebelum memahami short-form video lebih mendalam, mari kenali terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan short-form video.

Apa Itu Short-Form Video?

Konten video berdurasi pendek, atau short-form video adalah salah satu format video yang dapat membuat ketertarikan terhadap audiens dalam waktu yang singkat. Selain itu, konten short-form video juga mampu memberikan ajakan serta meningkatkan partisipasi dari audiens konten tersebut. 

Bagi pelaku bisnis, memahami short-form video bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi tentang bagaimana memanfaatkan format ini untuk meraih hasil yang lebih optimal. Dengan pendekatan yang tepat, short-form video mampu menjadi jembatan efektif antara brand dan audiens dalam waktu singkat. Lalu, apa saja sebenarnya manfaat short-form video bagi marketing bisnis Anda?

Apa Saja Manfaat Short-Form Video?

Kini, perhatian manusia terhadap sesuatu jadi makin singkat, rata-rata hanya sekitar 8 detik saja. Di luar jangka waktu tersebut, akan semakin sulit untuk mengembalikan fokus audiens ke dalam konten. Hal ini yang membuat konten berdurasi panjang tidak efektif. Sementara itu, penggunaan short-form video jauh lebih menguntungkan dikarenakan hasil engagement konten yang didapatkan meningkat dua kali lipat ketimbang menggunakan format berdurasi di atas 90 detik, yang terlihat dari jumlah penonton dan likes konten. 

Keuntungan berikut berdampak dalam marketing bisnis, di mana sebuah konten yang lebih singkat, efektif, dan mudah dibuat, dapat meningkatkan performa bisnis. Pembuatan short-form video juga menjadi format yang digunakan konsumen dalam menentukan produk yang ingin dibeli. Akhirnya, penggunaan short-form video mampu berkontribusi terhadap pemasukan perusahaan serta memperluas dampak marketing bisnis ke berbagai aspek bisnis lainnya.

Apa Saja Platform yang Digunakan Bisnis untuk Membuat Short-Form Video sebagai Strategi Marketing?

Penggunaan platform sangat bergantung pada jenis bisnis serta target audiens yang dituju. Semua media sosial bisa digunakan untuk semua kebutuhan, namun tidak semua pengguna media sosial mampu terhubung dengan produk yang dipasarkan. 

Berikut beberapa media sosial yang umum digunakan untuk short-form video, serta karakteristik penting dari tiap platform tersebut:

  • TikTok
    TikTok merupakan platform yang menandakan revolusi dari short-form video sebagai media baru. Pengguna TikTok didominasi oleh audiens generasi Z, sehingga cocok untuk menjangkau audiens remaja hingga dewasa awal. Algoritma TikTok juga cukup efektif untuk menjangkau target yang sesuai dengan konten, dengan mempelajari detail dari kebiasaan pengguna. TikTok juga cocok untuk konten video berupa user-generated, serta konten duet. 
    Konten TikTok suportif terhadap kreator kecil, dengan membuka kesempatan untuk viral secara merata. Oleh karena itu, membuat konten yang viral pada saat itu, seperti konten tap in trend, cocok untuk diterapkan di platform TikTok. Namun, TikTok bukan alternatif promosi di bidang bisnis yang banyak diminati pelaku bisnis karena efektivitas berkelanjutan promosi, serta platform yang belum terlihat sekuat Instagram dan YouTube. TikTok juga menjalin kerja sama dengan Tokopedia, yang mempermudah audiens untuk melihat video produk yang dijual dan langsung berbelanja di platform yang sama.
  • Instagram Reels
    Berbeda dengan TikTok, Reels merupakan bagian dari aplikasi Instagram yang menawarkan short-form video seperti TikTok. Aplikasi Instagram sendiri banyak diminati oleh pelaku bisnis, maupun content creator. Berbeda dengan TikTok, konten Instagram Reels cenderung memprioritaskan visualisasi dan seberapa menarik konten yang diberikan. Konten Instagram Reels juga tidak berpengaruh signifikan oleh konten viral. Instagram juga memiliki fitur Story yang mendukung kolaborasi dan interaksi online mengenai bisnis dan konten video yang dipublikasikan.
  • Facebook
    Selain Instagram, Facebook merupakan platform yang disukai oleh pelaku bisnis. Dengan pengguna yang cenderung generasi Milenial, konten yang dibuat cenderung lebih serius serta tidak perlu sangat trendy seperti konten TikTok. Konten yang dibuat dengan Instagram juga bisa terkoneksi ke dalam Facebook, yang meningkatkan efektivitas publikasi konten. Penggunaan monetisasi konten juga lebih didukung dalam Facebook.
  • YouTube Shorts
    Sebagai platform populer akan format video panjang, YouTube juga membuat bagian khusus publikasi short-form video. Karena terintegrasi dengan YouTube, penggunaan Shorts juga cocok untuk mempromosikan video marketing dengan durasi panjang yang dipublikasi pada YouTube. Monetisasi konten yang dibuat juga menjadi faktor yang menguntungkan kreator platform berikut. Algoritma YouTube Shorts juga sama dengan YouTube pada umumnya, yang dianalisis melalui riwayat video panjang dan pendek yang ditonton audiens. 

Di luar platform berikut, terdapat platform lain yang biasa digunakan oleh pelaku bisnis. Contohnya, aplikasi belanja Shopee memiliki bagian khusus short-form video untuk mempromosikan etalase online yang dimiliki oleh toko online bisnis Anda. 

BACA JUGA : TikTok Shop: Strategi Marketing Paling Efektif?

Bagaimana Penerapan Short-Form Video untuk Strategi Marketing Bisnis?

Pada tahun ini, konten dalam bentuk video akan mendominasi media internet, dengan persentase 82 persen. Dominasi format short-form video dapat menjadi sesuatu hal yang umum bagi konsumen media sosial, yang dapat mempersulit content creator di media sosial. Sebuah konten bisnis harus bersaing dengan banyaknya video yang dibuat oleh individu maupun perusahaan agar engagement yang didapat maksimal. 

Berikut beberapa pendekatan strategi yang bisa digunakan untuk meningkatkan konten short-form video Anda:

  • Penggunaan Influencer untuk Mendukung Konten
    Di Indonesia sendiri, influencer menjadi faktor terbesar yang mampu mempengaruhi keputusan pembelian melalui short-form video atau konten. Influencer memiliki kemampuan dalam menjalin koneksi dengan audiens, didukung dengan kepercayaan audiens terhadap influencer yang tinggi. Influencer juga lebih mudah dipercaya oleh audiens karena keaslian testimoni yang diberikan influencer. Dalam memilih influencer, pilih yang sesuai dengan produk yang akan dijual. Misalnya, menggunakan influencer di bidang olahraga lari untuk mempromosikan produk sepatu lari terkini.
  • Buat Hook Konten yang Menarik
    Audiens media sosial dapat menentukan menarik atau tidaknya sebuah short-form video hanya dalam hitungan detik saja. Oleh karena itu, Anda perlu menentukan bagaimana pendekatan yang unik dan berbeda di bagian awal short-form video
  • Konten Autentik, Namun Tetap Mengikuti Tren
    Target audiens short-form video mayoritas tidak memedulikan visualisasi konten. Walaupun hal tersebut bergantung pada platform, penggunaan visual tidak perlu rinci seperti film, namun mampu menyampaikan pesan dengan baik. Konten yang terkesan lebih nyata, seperti video user generated, cuplikan di balik layar, atau keseharian dengan produk, cenderung disukai banyak orang karena autentik. Konten tersebut juga sebaiknya mengikuti tren yang sedang terjadi agar jangkauan konten lebih luas.
  • Penggunaan Teknologi AI (Artificial Intelligence)
    Perkembangan teknologi yang inovatif menjadi atensi audiens dalam menilai adaptasi teknologi sebuah perusahaan. Penggunaan AI sendiri tidak hanya membantu dalam proses konsep, namun juga membantu dalam produksi visual konten. Namun, perlu diperhatikan bahwa AI tidak dapat melakukan replikasi hal nyata dengan benar, sehingga terdapat kesalahan yang diperhatikan saat membuat short-form video. Selain itu, perhatikan sentimen audiens terhadap teknologi baru. Contohnya seperti yang terjadi pada penggunaan Generative AI, sebagian besar pengguna tidak terlalu suka adanya visualisasi AI pada marketing produk.

Wujudkan Short-Form Video Berkualitas Bersama Suitmedia Digital Agency

Dengan banyaknya keuntungan dari penggunaan konten short-form video, wajar jika format konten short-form video menjadi hal yang wajib dalam marketing bisnis di masa yang akan datang. Dalam pembuatan short-form video, pastikan konten yang dibuat mampu memberikan relasi terhadap target audiens, mampu memberikan kesan yang menarik, serta membangun strategi short-form video yang tepat.

Untuk meningkatkan strategi short-form video, Anda dapat bekerja sama dengan digital agency yang memiliki layanan visual storytelling. Sebagai digital agency Indonesia, Suitmedia hadir untuk membantu bisnis Anda menciptakan konten video yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan audiens. Melalui layanan seperti brand video production, motion graphics, hingga augmented reality, Suitmedia membantu brand menyampaikan pesan dengan cara yang lebih kuat, relevan, dan berdampak. Saatnya berkolaborasi dengan Suitmedia Digital Agency sebagai mitra strategis dalam perjalanan digital marketing Anda!

Industry

Related Articles