Fakta Mengenai Tren Fashion Digital di Tahun 2016

7 October 2016

Penulis Anggriawan Sugianto (Business & Technology Director)

Editor Editor

Fakta Mengenai Tren Fashion Digital di Tahun 2016

 

Menjelang akhir tahun merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu bagi pemerhati maupun juga penggiat fashion, pasalnya berbagai ajang festival fashion week ternama kelas dunia banyak digelar mendekati penghujung akhir tahun. Sebut saja beberapa kota fashion kenamaan di dunia seperti New York, London, Milan dan Paris yang telah sukses menggelar acara fashion week di bulan September 2016 yang kemudian disusul oleh kota Jakarta yang tidak ketinggalan menggelar acara fashion week di penghujung Oktober 2016 kemarin. Masih di akhir Oktober 2016, pengalaman berbeda ditawarkan oleh Digital Fashion Week yang diadakan di Singapura dimana audiens dapat berpartisipasi dengan cara berinteraksi langsung bahkan bisa berpartisipasi dalam rangkaian acara tersebut. Hal itu membuktikan perkembangan teknologi digital kian banyak memberikan inovasi dalam segala hal salah satunya adalah industri fashion yang kini merambah ke dalam e-commerce. Melihat perkembangan industri fashion setidaknya ada beberapa tren e-commerce yang bisa kita lihat dan pahami saat ini.

Anggriawan Sugianto selaku Business Director dari Suitmedia (Digital & Social Media Marketing) menjelaskan ada 4 tren digital e-commerce untuk fashion di tahun ini diantaranya, Yang pertama adalah hampir semua brand fashion mulai merambah e-commerce, tak terkecuali brand-brand premium yang awalnya berusaha untuk eksklusif hanya di toko tradisional, kini menjajaki konsumen di dunia maya.

Kedua, penjualan produk fashion di e-commerce mengalami peningkatan khususnya di pangsa pasar mobile, baik melalui aplikasi mobile maupun mobile web, di mana konsumen mulai terbiasa untuk belanja barang-barang melalui ponselnya.

Ketiga, meskipun peningkatan belanja melalui ponsel sangatlah signifikan, konsumen biasanya melakukan browsing produk fashion dari berbagai perangkat dulu (desktop, laptop, ponsel) sebelum melakukan transaksi. Hal ini menekankan penting e-commerce fashion untuk menjadi omni-channel atau bisa dikatakan dapat mudah diakses di berbagai perangkat.

Terakhir, e-commerce di industri fashion mulai gencar melakukan programmatic advertising, iklan digital yang mentarget pemirsa yang karakternya sangat spesifik, misalnya untuk menjangkau gender tertentu dengan jarak usia tertentu, tinggal di radius tertentu, dan dengan jenis ponsel tertentu.

Related Articles