REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehadiran aplikasi seluler kini banyak memberikan kemudahan bagi para penggunanya. Dari berbelanja, bepergian hingga bersosialisasi kini semua bisa dilakukan dengan menggunakan sentuhan aplikasi pada mobile applications.
Head Of Mobile Solution dari Suitmedia Ardian Franindo mengatakan perkembangan mobile applications yang pesat saat ini membuat banyaknya brand berlomba-lomba berinovasi dalam membuat aplikasi mobile. Sayangnya, saat ini tidak sedikit aplikasi yang sudah tidak dipergunakan bahkan tidak dilirik oleh pengguna lagi karena disebabkan oleh beberapa kesalahan dalam membuat aplikasi.
Franindo menjelaskan ada beberapa poin kesalahan tersebut. Bagi Anda yang berminat membuat aplikasi, berikut ini adalah poin-poin kesalahan sehingga aplikasi tidak bertahan lama:
Pertama, tujuan aplikasi dan target pengguna yang tidak jelas. Tidak sedikit pelaku bisnis yang sekadar ikut-ikutan memiliki aplikasi mobiletanpa tahu tujuannya, ujung-ujungnya hanya membuat aplikasi yang sama persis dari mobile site.
Kedua, tidak melibatkan pengguna. Developer dan desainer bukanlah pengguna, mereka bergerak berdasarkan asumsi. Perilaku pengguna terkadang berbeda dari asumsi maka jika membuat aplikasi untuk suatu perusahaan/brand maka libatkanlah pihak pengguna untuk membantu mendeskripsikan kebutuhan.
Ketiga, mencoba melakukan hal yang terlalu berbeda. Terkadang kita menginginkan aplikasi yang unik dari kompetitor lain, sebenarnya hal tersebut malah membuat alokasi pengembangan menjadi besar dan tak jarang pengguna mengalami kebingungan akan kegunaan pada aplikasi tersebut.
Keempat, tidak adanya inovasi dan terlalu kreatif sehingga aplikasi menjadi kompleks. Hampir tiap tahun tren di aplikasi mobile terjadi perubahan dan terkadang sering terlupakan mengikuti tren tersebut. Selain itu juga kreatifitas yang terlalu berlebihan akan menyebabkan kompleksitas pada aplikasi tersebut dan peluang kegagalan menjadi lebih besar.
Terakhir, perubahan di tengah pengembangan. Tidak jarang ide muncul di tengah-tengah pengembangan dan ingin segera diimplementasikan padahal fitur yang dibuat sebelumnya belum sempurna sehingga hal tersebut mengganggu rencana waktu pengerjaan yang sudah direncanakan sebelumnya.
Sumber : Republika




