Bagi seorang developer atau yang ingin menjadi developer mungkin tidak asing dengan istilah debugging. Lalu, apa itu debugging? Debugging berasal dari kata “bug” yang artinya serangga. Mengapa serangga? Hal ini berkaitan erat dengan sejarahnya, yuk simak selengkapnya!
Kilas Balik Debugging
Pada tahun 1947, seorang ilmuwan komputer bernama Grace Brewster Murray Hopper menemukan serangga yang terjebak dalam relay komputer sehingga menyebabkan terhambatnya operasi komputer tersebut. Berdasarkan insiden tersebut kata bug dikenal menjadi kesalahan pada sistem komputer dan debugging berarti proses menghilangkan bug atau kesalahan pada sistem komputer agar dapat kembali berjalan.
Mengapa Debugging Diperlukan?
Pada pengembangan suatu aplikasi termasuk mobile app, proses debugging merupakan hal yang pasti dilakukan. Dengan adanya proses debugging, maka Anda memastikan bahwa program atau aplikasi berjalan dengan lancar tanpa adanya kesalahan. Anda perlu mengetahui bahwa; meskipun pengembangan menggunakan standar kode yang sama, nyatanya kemungkinan besar aplikasi baru yang dikembangkan masih dapat terkena bug. Bahkan, dalam beberapa kasus proses debugging memakan waktu lebih lama daripada proses pengembangan aplikasinya.
Bagaimana Cara Debugging?
Berikut merupakan langkah-langkah yang dapat digunakan untuk melakukan proses debugging:
Reproduksi Masalah (Reproduce bug)
Ketika developer mendapatkan temuan atau laporan mengenai permasalahan dari suatu sistem yang berjalan, maka proses pertama yang harus dilakukan adalah mreproduksi atau menjalankan sistem dengan skenario yang menyebabkan error tersebut dapat terjadi. Dengan mengetahui skenario terjadinya kesalahan, maka dapat mempermudah dalam identifikasi masalah dengan tepat tanpa membuang banyak waktu.
Identifikasi Error
Setelah mendapatkan error, maka selanjutnya dilakukan identifikasi error serta menentukan lokasi atau di baris mana sumber error terjadi.
Analisis Error
Pada tahap ini, debugger harus fokus dalam menganalisa penyebab terjadinya error. Tidak hanya itu, debugger juga harus memastikan error yang terjadi akan mempengaruhi fungsi apa saja pada sistem. Analisis ini diperlukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah bug atau menyebabkan bug lain setelah bug sebelumnya diselesaikan.
Perbaiki Error
Setelah bug ditemukan dan dianalisis, selanjutnya adalah memperbaiki bug sehingga sistem akan berjalan dengan normal tanpa terjadi error kembali.
Lakukan Testing
Lakukan pengujian kembali setelah dilakukan perbaikan masalah, baik itu manual testing atau automated testing dari hasil perbaikan bug untuk memastikan bahwa program benar-benar berjalan sesuai dengan ekspektasi dan tidak menimbulkan bug baru.
Baca Juga: Kenali React Native untuk Pengembangan Mobile Apps
Perbedaan Debugging dan Testing
Testing dan Debugging merupakan hal yang saling berkaitan. Testing atau pengujian adalah proses melakukan identifikasi ketidakcocokan suatu masalah dengan fitur/hasil yang diharapkan. Sedangkan, debugging merupakan proses memperbaiki atau menghilangkan suatu bug/masalah dari suatu fitur.
Selain itu, testing memungkinkan pengujian secara otomatis sedangkan debugging tidak bisa dilakukan secara otomatis. Pengujian merupakan proses yang direncanakan sebelumnya dan mengidentifikasi kode mana yang gagal. Sedangkan, debugging adalah proses yang tidak bisa direncanakan dan merupakan proses menemukan solusi dari sebuah kegagalan kode.
Contoh Debugging
Berikut merupakan hal-hal yang perlu dilakukan proses debug:
Syntax Error
Kesalahan sintaks merupakan kesalahan yang terjadi saat program memiliki pernyataan yang salah ejaan. Program yang memiliki kesalahan sintaks, maka tidak akan dikompilasi dan IDE atau perangkat lunak untuk mengedit kode biasanya akan menyoroti kesalahan ini.
Logic Error
Kesalahan logika terjadi saat program berhasil melakukan kompilasi, namun menghasilkan hasil yang tidak diharapkan. Sebagai contoh, ketika program keluar dari looping statement terlalu dini atau saat if-else menghasilkan kembalian yang salah.
Semantic Error
Kesalahan semantik terjadi karena program memiliki pernyataan pemrograman yang kurang tepat. Misalnya, jika kalkulasi perhitungan adalah n dibagi 0, maka akan menghasilkan suatu kesalahan. Hal ini karena tidak ada bilangan yang dapat dibagi dengan 0 sehingga akan menghasilkan bug.
Dengan mengetahui proses debugging, Anda dapat mengidentifikasi insiden yang terjadi pada aplikasi atau sistem pada mobile app. Selain itu, Anda dapat melakukan pengembangan sistem iOS dan Android bersama Suitmedia Digital Agency. Berfokus pada pengembangan teknologi, Suitmedia menawarkan berbagai layanan yang dapat mengembangkan sistem mobile app dan website Anda. Tunggu apalagi? segera konsultasi bersama kami!




