Mengenal Design Tokens: Masa Depan Design System untuk Kolaborasi Tim UI/UX dan Developer

7 September 2026

Penulis Anisa Tusya'adah (Jr. Web UI/UX Designer)

Editor Jessica Patricia (Copywriter)

Mengenal Design Tokens: Masa Depan Design System untuk Kolaborasi Tim UI/UX dan Developer

Di era sekarang hampir semua perusahaan digital memiliki Design System. Namun, pada kenyataanya mempunyai Design System saja belum cukup untuk membuat desain memiliki hasil yang sama dengan yang ada pada aplikasi atau website yang dibangun. Contohnya, pada warna button action yang berada pada design berwarna itu tua, begitu diimplementasi menjadi sedikit lebih muda. Jarak antar section yang sudah diatur sedemikian rupa jadi berantakan. Dari permasalah tersebutlah Design Tokens mulai harus digunakan sebagai jawaban dari masalah yang sudah lama ada diantara kolaborasi desainer dan developer.

Kenapa Design System Saja Belum Cukup? 

Permasalahan yang sering muncul biasanya bukan dari kemampuan tim itu sendiri, tetapi soal format. Tim UI/UX membuat aturan visual perihal warna, tipografi, spacing, radius dalam bentuk style di Figma. Sementara itu, dari sisi developer menerjemahkan aturan tersebut ke dalam kode, entah itu CSS atau flutter, dengan caranya sendiri. Begitu ada perubahan kecil dari sisi desain, misalnya brand color diperbarui, perubahan itu tidak dapat terjadi secara otomatis saja ke dalam kode, perlu penyesuaian kode yang cukup memakan waktu.

Apa Itu Design Tokens? 

Design Tokens merupakan representasi nilai desain seperti warna, ukuran font, spacing, radius, shadow dalam bentuk data yang lebih terstruktur (biasanya menggunakan JSON) yang dapat dibaca oleh sistem Figma maupun alat development sekaligus. Istilah tersebut diperkenalkan oleh tim design system salesforce, dan kini distandarkan secara terbuka lewat design tokens community group dibawah W3C.

Bedanya dengan style guide biasa, toke bukan hanya dokumentasi, melainkan satu sumber data yang langsung bisa dipakai pada beberapa platform. Warna yang sama otomatis muncul sebagai variabel CSS di web, iOS, dan Android, tanpa ada yang menyalin ulang secara manual. 

Bagaimana Tahapan Implementasi Design Tokens yang Realistis? 

Implementasi Design Tokens tidak harus dilakukan dengan mengubah seluruh design system yang sudah ada. Justru, perubahan bertahap dapat membantu tim menjaga konsistensi desain tanpa mengganggu proses kerja yang sudah berjalan.

Beberapa tahapan yang dapat dilakukan antara lain:

Mulai dengan audit
Identifikasi semua komponen yang digunakan seperti warna, tipografi, spacing dan ukuran komponen. Dari proses ini, tim dapat menemukan nilai yang duplikat maupun inkonsisten.

Mulai dari token dasar
Kelompokan nilai-nilai dasar seperti, font size 16, atau space 16 yang nantinya menjadi fondasi untuk kebutuhan desain yang lebih spesifik.

Tentukan token berdasarkan fungsi
Beri nama token berdasarkan perannya dalam interface, seperti color-action-primary, untuk warna utama pada elemen aksi. Token ini kemudian dapat mengacu pada token dasar yang sudah dibuat sebelumnya.

Hubungkan dengan tools dan development
Setelah struktur token mulai terbentuk, hubungkan dengan tools desain dan development agar nilai yang digunakan desainer dapat diterapkan secara konsisten ke dalam produk. Pada tahap ini, koordinasi antara design dan engineering menjadi penting karena penerapan token dapat berdampak langsung pada web development maupun mobile development, terutama ketika perusahaan mengembangkan produk digital untuk beberapa platform.

Apa Manfaat Design Tokens bagi Bisnis? 

Manfaat Design Tokens bagi bisnis adalah;

  • Time-to-market bisa jadi lebih cepat karena developer tidak perlu lagi mencari nilai hex code dari desain. 
  • Scaling produk ke banyak platform juga menjadi lebih ringan karena sumber token dapat diekspor sesuai dengan kebutuhan masing-masing platform.
  • Yang paling bisa dirasakan dalam jangka panjang adalah biaya maintenance
  • Perubahan branding atau nilai cukup dilakukan di satu tempat, lalu diterapkan ke semua komponen yang menggunakan token tersebut. Tanpa token, tim harus menelusuri file kode satu per satu secara manual.

Apa Tantangan yang Muncul di Proyek Skala Enterprise dengan Banyak Platform?

Masalah akan muncul ketika produk digunakan di banyak platform dan dikerjakan oleh banyak tim. Yang paling sering adalah duplikasi token karena kurang koordinasi, tidak ada nama komponen yang jelas, serta kompleksitas theming untuk kebutuhan multi-brand atau dark mode.

Praktik yang biasanya efektif adalah menggunakan struktur token berlapis (dasar → fungsi→ komponen), satu repository sebagai sumber utama, serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab untuk meninjau setiap perubahan sebelum digunakan oleh tim lain. 

Ke Mana Arah Design Tokens Selanjutnya? 

Figma sekarang mempunyai fitur variabel yang memungkinkan desainer menerapkan Design Tokens langsung di dalam desain, termasuk untuk kebutuhan dark mode dan light mode. Di sisi lain, Design Tokens Community Group juga telah merilis first stable version dari spesifikasi 2025.10 pada Oktober 2025, dengan format yang siap digunakan dan tidak bergantung pada vendor tertentu.

Kombinasi Design Tokens, design-to-code, dan AI-assisted development juga membuka peluang baru. Struktur token dapat menjadi dasar untuk menghasilkan kode komponen secara otomatis, kemudian dapat di cek kembali oleh developer sebelum digunakan. Peran developer tetap penting, tetapi pekerjaan yang sifatnya repetitif dapat semakin berkurang. 

Design Tokens sebagai Langkah Menuju Produk Digital yang Scalable

Design Tokens dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem produk digital yang lebih konsisten, scalable, dan siap berkembang seiring perubahan kebutuhan bisnis. Namun, manfaat tersebut akan semakin optimal ketika Design System ditempatkan sebagai bagian dari strategi digital yang lebih luas mulai dari bagaimana pengalaman pengguna dirancang, teknologi dikembangkan, hingga bagaimana setiap elemen digital mendukung tujuan bisnis. 

Dengan pengalaman sebagai digital agency dan digital consultancy agency, Suitmedia membantu perusahaan menjembatani kebutuhan tersebut melalui pendekatan yang mengintegrasikan strategi, digital experience design, teknologi, dan pengembangan produk secara menyeluruh. Pendekatan tersebut relevan bagi perusahaan yang membutuhkan digital agency untuk memastikan strategi, experience, web development, dan mobile development dapat berjalan dalam satu ekosistem produk yang terintegrasi.

Sebagai digital agency Indonesia, Suitmedia tidak hanya membantu menghasilkan solusi digital, tetapi juga memahami tantangan bisnis untuk merancang pendekatan yang relevan, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan jangka panjang. Segera konsultasikan kebutuhan Design System dan transformasi digital perusahaan bersama Suitmedia untuk menemukan strategi, solusi, dan roadmap yang lebih terarah dan siap menghadapi kebutuhan bisnis di masa depan.

Related Articles