Meramal Masa Depan Facebook

6 November 2013

Penulis M. Fajrin Rasyid (CEO Suitmedia)

Editor Editor

Meramal Masa Depan Facebook

 

 

(Masih) punya akun Facebook? Besar kemungkinan pasti menjawab iya. Facebook, jejaring sosial terbesar di dunia (dan juga di Indonesia) ini telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna – dan terus bertambah. Suatu fenomena yang belum pernah dicapai jejaring sosial lainnya. Tidak heran, ketika ditawarkan ke publik, Facebook menjadi perusahaan terbesar yang terkait dengan internet – dengan nilai sekitar seribu triliun rupiah.

Tapi, skala Facebook yang sedemikian besar justru menimbulkan beberapa pertanyaan. Hal yang paling jelas mungkin masalah omzet. Para pemegang saham Facebook tentu berharap pendapatan Facebook terus meningkat ke depannya, dan sebagai jejaring sosial, pendapatan Facebook sangat bergantung dari jumlah pengguna. Permasalahannya adalah, jumlah pengguna Facebook tidak dapat meningkat pesat karena ada batas jumlah manusia di muka bumi yang sekitar 7 miliar. Bahkan jika kita kurangi para bayi, balita, dan orang-orang yang belum tersentuh internet, batas ini akan semakin turun. Artinya, Facebook perlu memikirkan bagaimana dapat memperoleh lebih banyak uang dari setiap pengguna Facebook – tentu dengan seminimal mungkin mengganggu user experience dalam menggunakan Facebook.

 FACEBOOK ISN’T COOL

Selanjutnya, semakin banyak anggapan bahwa Facebook tidak lagi cool, salah satunya karena semakin banyak jejaring sosial lain yang lebih tersegmentasi – sebut saja Twitter, Instagram, Pinterest, Path, dan lain sebagainya. Artikel ini saya rasa merangkum hal tersebut. Pada intinya, beberapa karakteristik Facebook menjadi tidak lagi menarik khususnya bagi generasi muda:

  • Semua orang ada di Facebook, menjadikan Facebook tidak lagi elit
  • Facebook menjadi kurang personal (terkait interaksi di dalamnya dan juga jumlah teman yang dimiliki)
  • Semakin banyak konten yang tidak relevan atau tidak terstruktur, khususnya dalam bentuk iklan

Tiga hal diatas berdampak pada berkurangnya frekuensi penggunaan Facebook per orang. Namun, akankah Facebook benar-benar ditinggalkan oleh penggunanya, sehingga Facebook akan mati suri seperti beberapa jejaring sosial lain (Friendster, myspace, dan lain-lain)? Jawabannya, mungkin tidak.

Beberapa pihak memperkirakan masa depan Facebook adalah ubiquitous, yaitu – bahasa sederhananya – ada dimana-mana di dunia digital. Maksudnya, meskipun frekuensi pengguna Facebook akan berkurang, tetapi kebanyakan tidak akan sepenuhnya meninggalkan Facebook. Penyebabnya tidak lain adalah, semua orang ada di Facebook. Jadi, meskipun disatu sisi hal ini mengurangi keelitan Facebook, tetapi disisi lain, hal ini menyebabkan banyak orang menggunakan Facebook sebagai referensi untuk mencari dan menjalin hubungan awal dengan pihak lain apabila dia tidak menemukannya di dunia nyata.

Ternyata hal diatas juga yang menjadi visi Mark Zuckerberg. Dia mengatakan bahwa Facebook berambisi menjadi seperti listrik. Diawal penemuan listrik, listrik nampak cool. Kemudian, tiap orang tidak lagi membicarakan soal listrik, tetapi semua orang tetap menggunakan listrik. Selengkapnya tentang visi Zuckerberg ini dapat dilihat di artikel ini.

FACEBOOK CONNECT

Penyebab lain yang mendukung ramalan tersebut yaitu, semakin banyak situs dan aplikasi yang menggunakan sarana Facebook Connect – dimana untuk login dan register ke situs/aplikasi tersebut, kita cukup loginmenggunakan akun Facebook kita. Bahkan apabila di browser yang sama, kita sudah login di Facebook, kita cukup klik beberapa button sehingga otomatis kita berada di situs/aplikasi tadi dengan status login. Kenyataan bahwa semakin banyak identitas/user yang perlu dibuat tiap orang untuk tiap situs/aplikasi baru, maka akan semakin sulit orang tersebut  me-maintain datanya inilah yang membuat Facebook Connect ini semakin banyak digunakan. Hal ini semakin memperkuat posisi Facebook sebagai penyedia identitas digital seseorang.

Menurut saya dua penyebab diatas cukup untuk mengatakan bahwa Facebook masih akan bertahan dalam waktu yang cukup lama, namun tentu saja ramalan masa depan Facebook ini bisa saja salah. Sebagai pihak yang menyediakan jasa konsultasi pemasaran digital termasuk melalui media jejaring sosial, saya harapkan yang terbaik untuk Facebook, dan semoga dapat lebih memberikan manfaat bagi masyarakat :D

Related Articles