Jakarta - Penggunaan aplikasi seluler atau yang lebih dikenal dengan mobile applicationsdiperkirakan akan terus meningkat tiap tahunnya.
Data yang dirilis Gartner menyebutkan, tren penggunaan mobile applications yang diunduh pada tahun 2015 sebanyak 170 miliar. Angka ini, diperkirakan akan meningkat menjadi 270 miliar pada tahun 2017. Hal tersebut menunjukan, adanya tren peningkatan penggunaan mobile applications hampir 2 kali lipat hingga tahun 2017 nanti.
Hal yang sama terjadi dalam hal pendapatan. Menurut data yang dirilis Statista, pada tahun 2015 pendapatan dari mobile applications di seluruh dunia mencapai US$ 45 miliar, dan diprediksi akan naik menjadi US$ 76 miliar pada tahun 2017.
Dalam memanfaatkan tren mobile applications tersebut, Ardian Franindo, Head Of Mobile Solution Suitmedia, memberikan saran yang perlu diperhatikan bagi para pelaku pengembang dan pelaku bisnis untuk mengembangkan mobile applications agar selalu update mengikuti tren masa kini.
Berikut lima poin penting yang harus diperhatikan oleh kalangan pengembang aplikasi.
Pertama, tentukan tujuan aplikasi yang jelas dan segmen pasar. Produk teknologi yang baik adalah mempunyai tujuan dan dapat memecahkan masalah yang ada.
"Seperti aplikasi messenger, yang mampu memecahkan masalah komunikasi dengan murah atau yang sedang popular saat ini yaitu aplikasi untuk memesan ojek dan taksi, sehingga dapat mempermudah masalah transportasi umum di masyarakat," jelas Franindo dalam siaran persnya, Senin (6/7).
Kedua, pergunakan User Interface (UI) dan User Experience (UX) yang baik. UI menentukan estetika aplikasi, dan UX menentukan rasa penggunaan aplikasi yang nyaman dan fun. Berdasarkan Flurry analytics, 42 persen pengguna melakukan uninstall dikarenakan buruknya UI/UX.
"Jadi, ikuti kaidah resmi yang dimiliki masing-masing platform. Biasanya dalam setahun sekali ada update design dari masing-masing platform. Lihat dan rasakan aplikasi lain sejenis untukbenchmarking," papar Franindo.
Ketiga, buat aplikasi yang mudah dimengerti, relevan dan cepat. Halaman utama merupakan fitur utama yang menjawab permasalahan konsumen. Untuk portal berita dan e-commerce beri tombol pencari dan sort/filter yang jelas, karena konsumen menginginkan data/produk yang relevan sebaiknya gunakan suggestion berdasakan profile atau track history.
"Sertakan pula fitur cache sehingga berita dapat dibaca ketika offline. Lakukan tes perfomansi di bebebarapa device. Salah satu kendala di mobile applications adalah multi device yang terkadang memiliki karakteristik berbeda-beda," tambah dia.
Keempat, sinergikan dengan media sosial dan mobile/website yang ada. Beri kemampuan pada aplikasi untuk akses share ke media sosial sehingga untuk login dapat melalui media sosial untuk mempermudah pengguna.
"Untuk aplikasi penunjang bisnis atau e-commerce selalu sinergikan dengan mobile/website, khususnya e-commerce gunakan mobile/website untuk meningkatkan jumlah pengguna baru," papar Franindo.
Terakhir, mendengarkan kebutuhan konsumen. Agar aplikasi dapat terus tumbuh maka mendengarkan apa yang konsumen inginkan adalah sesuatu harus dipenuhi. Fasilitasi reviewkonsumen yang ada di market (play store/app store).
"Pasang tools tracking pada applications agar bisa google analytics/adword/flurry dan lain sebagainya. Pelajari hasil tracking dan review untuk mengetahui mana saja fitur/flow yang disukai atau tidak disukai oleh konsumen untuk menentukan pengembangan lebih lanjut," tambahnya.
Sumber : Berita Satu




