Ini dampak eksistensi Chatbot dalam Industri Otomotif

15 October 2021

Penulis Ghita Asyifa Adlina Sudiro (Sr. Account Executive)

Editor Editor

Ini dampak eksistensi Chatbot dalam Industri Otomotif

Saat ini, bisnis dunia otomotif masih menggunakan konsep lama. Berbeda dengan saat ini, pesatnya perkembangan teknologi berpengaruh positif pada konsep digital marketing dan web development di bidang otomotif. Dampak yang diberikan tidak hanya terlihat dari segi perkembangan bisnis, tetapi juga dari kepuasan pelanggan yang menjadi fokus utama dalam meningkatkan penjualan. Dengan adanya konsep chatbot yang kini marak digunakan oleh banyak perusahaan, timbul dampak yang sangat besar terhadap tumbuhnya sebuah bisnis, terutama dalam memberikan informasi umum dan promosi perusahaan dengan lebih mudah dan efisien.

Chatbot atau chatterbot adalah program yang dirancang untuk menanggapi pesan secara otomatis. Chatbot berperan hampir sama dengan  customer service pada umumnya yang melayani pelanggan yang ingin mengetahui hal yang menyangkut tentang perusahaan. Chatbot dapat meningkatkan efisiensi website bisnis menjadi lebih baik dengan cara mendukung kebutuhan pelanggan melalui pelayanan dua puluh empat jam. Program chatbot dapat mengolah jawaban dengan menyesuaikan kata kunci yang muncul sehingga chatbot dapat memberikan jawaban cepat kepada pengguna. Kelebihan ini akan membantu brand untuk menjangkau pelanggan dan meningkatkan pengalaman pelanggan dengan menjawab pertanyaan umum dengan cepat dan akurat. Dengan menggunakan chatbot, brand bisa mendapatkan engagement secara real time dan berpotensi adanya peningkatan kepuasan pelanggan. Mereka juga dapat memberikan detail produk lengkap kepada pelanggan jika dibutuhkan. Ini adalah salah satu strategi bisnis yang sangat efisien dan efektif dalam menanggapi pertanyaan pelanggan yang tak terhitung jumlahnya.

Ada beberapa cara sederhana chatbot bekerja yang berbeda-beda dalam website perusahaan tertentu. Jawaban yang muncul akan menyesuaikan dengan keyword pertanyaan yang diberikan pelanggan secara otomatis. Metode pertama yaitu pattern matching atau penyesuaian pola dalam pengelompokkan teks. Alhasil, nantinya bot akan memberikan jawaban yang sesuai dengan keyword. Pattern matching juga dikenal dengan istilah Artificial Intelligence Markup Language (AIML). Metode kedua yaitu decision-tree based. Cara kerja metode ini pelanggan harus mengikuti urutan jawaban runtut yang sudah diatur oleh perusahaan. Metode ini akan menjadi rumit atau mudah tergantung pada bagaimana konsep yang dirancang. Meskipun terlihat lebih rumit daripada pattern matching, metode ini justru lebih diminati oleh perusahaan karena semua pertanyaan dan jawaban sudah disiapkan. Jadi, pelanggan akan disuguhkan beberapa kolom pertanyaan dan jawaban akan muncul secara otomatis. Lalu, metode selanjutnya adalah contextual yang menciptakan sebuah percakapan natural dengan pelanggan. Pada metode ini dibutuhkan konsep yang sangat strategis dan terarah agar jawaban yang bot berikan sesuai dengan pertanyaan. Untuk mewujudkan konsep ini, harus dilakukan analisis data website agar dapat menyesuaikan dengan bot. 

Banyak ditemukan brand menggunakan chatbot untuk layanan pelanggan. Namun, teknologi akan semakin canggih setiap harinya. Seperti yang tengah berkembang saat ini, Voice User Interface (VUI) adalah customer service masa depan. Kesempatan ini dimanfaatkan karena teknologi suara menjadi semakin mudah untuk diimplementasikan dalam teknologi. Kemajuan di sejumlah industri membantu asisten suara digital menjadi lebih canggih dan berguna untuk penggunaan sehari-hari.

Related Articles