Memilih Antara Native Ads dan Display Ads untuk Strategi Iklan E-Commerce

6 December 2024

Penulis Salsabila Indah Aviani (Digital Media Planner)

Editor Jessica Patricia (Copywriter)

Memilih Antara Native Ads dan Display Ads untuk Strategi Iklan E-Commerce

Dalam dunia e-commerce yang semakin kompetitif, strategi pemasaran yang tepat menjadi kunci untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong penjualan. Salah satu elemen penting dalam strategi pemasaran adalah iklan digital, yang dapat membantu bisnis menjangkau audiens yang lebih luas. Dua format iklan yang sering digunakan adalah Native Ads dan Display Ads. Masing-masing memiliki karakteristik dan pendekatan unik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Native Ads menawarkan pengalaman yang lebih alami karena menyatu dengan konten platform tempat iklan ditayangkan. Sementara itu, Display Ads lebih fokus pada tampilan visual mencolok, seperti banner dan pop-up, yang dirancang untuk menarik perhatian secara langsung.

Artikel ini akan membahas pengertian dan perbedaan antara Native Ads dan Display Ads, serta memberikan panduan tentang bagaimana memilih strategi yang tepat untuk memaksimalkan efektivitas kampanye iklan e-commerce Anda.

 

BACA JUGA: Youtube Ads Format: Tingkatkan Brand Awareness dan Engagement Bisnis

Apa itu Native Ads dan Display Ads?

  • Pengertian Native Ads
    Native advertising adalah jenis iklan berbayar yang dirancang untuk menyatu dengan tampilan, format, dan fungsi platform tempat iklan tersebut ditampilkan. Tujuannya agar iklan terlihat seperti bagian alami dari konten di platform tersebut, sehingga tidak mengganggu user experience.
    Jenis iklan ini memiliki pendekatan yang user-friendly, dimana native ads lebih menyerupai konten editorial daripada iklan yang secara jelas menawarkan produk atau layanan. Native ads biasanya muncul sebagai artikel bersponsor, rekomendasi konten, atau postingan di media sosial. Pada platform seperti Facebook, Instagram, atau Twitter, native ads sering kali terlihat seperti postingan biasa di feed audiens, namun dilabel dengan tanda seperti "iklan" atau "sponsor" untuk membedakannya dari konten asli.
    Native ads hadir dalam berbagai jenis seperti In-Feed Units, Paid Search Units, Konten Rekomendasi, dan Promoted Listings. Berbeda dengan iklan banner yang cenderung mencolok, native ads lebih terintegrasi dengan alur dan desain halaman web atau media sosial, sehingga memberikan pengalaman yang lebih user-friendly.
Pengertian Native Ads Pilih Strategi Iklan E-Commerce: Native Ads vs. Display Ads?
  • Pengertian Display Ads
    Display ads adalah iklan digital yang menggunakan elemen visual, seperti gambar, video, atau teks, untuk menarik perhatian audiens. Iklan ini biasanya muncul di situs web atau aplikasi dalam berbagai bentuk, seperti bannerpop-up, atau sidebar.
    Awalnya, display ads dikenal sebagai banner ads, yaitu iklan bergambar yang ditempatkan di bagian atas halaman web. Seiring waktu, formatnya berkembang menjadi lebih beragam, mencakup video, elemen interaktif, hingga pop-up. Tujuan utama display ads adalah mengarahkan audiens untuk membeli atau menggunakan produk dan layanan.
    Ketika mengklik iklan, audiens akan diarahkan ke halaman web yang berisi informasi lebih lanjut. Meskipun tingkat kliknya cenderung rendah, display ads tetap efektif dalam meningkatkan clicks dan purchase intention, terutama dalam kampanye retargeting. Sebagian besar iklan ini menggunakan model CPC (cost per click), di mana pengiklan hanya membayar ketika iklan diklik
Pengertian Display Ads Pilih Strategi Iklan E-Commerce: Native Ads vs. Display Ads?

Perbedaan Native Ads dan Display Ads

1. Tampilan dan Gaya

  • Native Ads dirancang agar menyatu dengan konten platform tempat di mana ads ditampilkan, seperti halaman berita atau media sosial. Iklan ini terlihat seperti bagian alami dari konten sehingga tidak terasa mengganggu.
  • Display Ads dibuat untuk menonjol dengan desain mencolok, seperti banner atau kotak iklan, yang berbeda dari konten sekitarnya untuk menarik perhatian langsung.

2. Tujuan Iklan

  • Native Ads lebih fokus memberikan pengalaman pengguna yang tidak terasa seperti iklan. Konten iklan sering kali dirancang untuk menginformasikan atau menghibur, sehingga audiens merasa mendapatkan nilai tambah tanpa menyadari bahwa audiens sedang melihat iklan.
  • Display Ads memiliki tujuan yang lebih langsung, seperti mendorong klik, meningkatkan penjualan, atau mengarahkan pengguna ke halaman tertentu. Fokusnya adalah menarik perhatian secepat mungkin.

3. Relevansi

  • Native Ads lebih relevan secara kontekstual karena menyatu dengan estetika dan fungsi platform, memberikan pengalaman user-friendly.
  • Display Ads, meskipun mencolok, kadang mengganggu alur konten karena tampilannya yang kontras.

4. Adaptabilitas

  • Native Ads sangat fleksibel karena dapat disesuaikan dengan estetika setiap platform, menciptakan kesan merek yang konsisten.
  • Display Ads membutuhkan penyesuaian lebih lanjut agar efektif di berbagai platform.

5. Respons terhadap Banner Blindness

  • Native Ads mengatasi masalah banner blindness (ketidaksadaran pengguna terhadap iklan) karena desainnya yang menyerupai konten organik, sehingga lebih sulit diabaikan oleh audiens.
  • Display Ads, sebaliknya, sering kali terkena dampak banner blindness, terutama jika desainnya terlalu generik atau ditempatkan di area yang biasa dihindari pengguna.

Bagaimana Memilih Native ads & Display Ads Sebagai Strategi Iklan E-Commerce?

Dalam memilih antara native ads dan display ads untuk strategi iklan e-commerce, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas kampanye. Berikut adalah beberapa panduan untuk membantu menentukan pilihan yang tepat.

1. Tujuan Kampanye

  • Jika tujuan utama Anda adalah membangun brand awareness atau meningkatkan kepercayaan audiens, native ads adalah pilihan yang lebih tepat karena tampilannya yang menyatu dengan konten dan tidak terasa mengganggu.
  • Jika Anda ingin mendapatkan klik langsung atau mengonversi audiens menjadi pelanggan, display ads lebih efektif dengan visual yang mencolok dan ajakan bertindak yang jelas.

2. Karakteristik Audiens

  • Native ads cocok jika audiens Anda lebih menyukai pengalaman browsing yang alami dan tidak terganggu oleh iklan.
  • Display ads ideal untuk audiens yang lebih responsif terhadap pesan yang langsung terlihat, terutama dalam kategori produk atau layanan dengan visual yang menarik.

3. Anggaran Iklan

  • Jika Anda memiliki anggaran yang cukup besar dan ingin berinvestasi dalam iklan yang dirancang khusus untuk platform tertentu, native ads memerlukan biaya lebih tinggi karena proses integrasinya.
  • Display ads lebih ekonomis dan dapat menjangkau audiens lebih luas dengan berbagai format iklan yang lebih fleksibel.

4. Durasi Kampanye

  • Untuk kampanye jangka panjang yang membutuhkan interaksi konsisten dengan audiens, native ads mampu menjaga kepercayaan dan engagement.
  • Untuk kampanye jangka pendek yang membutuhkan hasil cepat, seperti promosi diskon atau peluncuran produk, display ads lebih sesuai.

Anda dapat memilih salah satu ads atau mengombinasikan kedua jenis iklan ini untuk memaksimalkan hasil. Menggabungkan native ads dan display ads dalam strategi iklan e-commerce dapat memberikan hasil yang optimal dengan saling melengkapi di berbagai tahap funnel pemasaran. 

Native ads efektif untuk membangun kesadaran merek dan menarik perhatian audiens secara halus tanpa mengganggu pengalaman pengguna, sementara display ads lebih mencolok dan efektif untuk meningkatkan konversi melalui visual yang menarik dan penawaran langsung. Dengan kombinasi keduanya, Anda dapat memanfaatkan kekuatan native ads untuk membangun engagement yang lebih dalam dan menggunakan display ads untuk memperkuat pesan merek serta mendorong aksi yang lebih cepat, seperti pembelian atau klik.

Kesimpulan

Dalam memilih antara native ads dan display ads untuk strategi iklan e-commerce, keputusan harus didasarkan pada tujuan spesifik yang ingin dicapai. Jika fokus utama adalah membangun kesadaran merek dan menciptakan pengalaman yang tidak mengganggu audiens, native ads adalah pilihan yang tepat. Jika tujuan Anda adalah menarik perhatian cepat dan meningkatkan konversi dengan visual yang mencolok, display ads bisa menjadi solusi yang lebih efektif. 

Untuk memaksimalkan strategi iklan e-commerce Anda, bekerja sama dengan digital agency menjadi solusi terbaik untuk menjangkau audiens secara efektif. PT Suitmedia Kreasi Indonesia, sebagai digital agency Indonesia, menawarkan layanan Digital Advertising untuk membantu Anda mencapai target pemasaran, memperluas jangkauan brand, dan menjalankan kampanye yang tepat sasaran. Saatnya buat iklan e-commerce Anda bersama kami!

Industry

Related Articles