Adaptasi Perusahaan Pada Era Transformasi Digital

25 October 2021

Penulis Anggriawan Sugianto (Director, CTO/COO)

Editor Editor

Adaptasi Perusahaan Pada Era Transformasi Digital

Saat ini, teknologi digital diterapkan hampir disetiap bagian industri. Bisnis konvensional bertahan dengan tertatih-tatih karena gagal memenuhi permintaan pelanggan. Teknologi berubah dengan cepat dan bisnis yang memilih untuk tetap 'konvensional' akan kalah bersaing dengan mereka yang menerapkan transformasi digital.

Pelanggan yang tidak puas menyebabkan gangguan digital, bukan teknologi

Gangguan digital adalah fenomena yang disebabkan oleh pelanggan. Teknologi bukanlah pengganggu yang sebenarnya. Tidak mengutamakan pelanggan adalah ancaman terbesar bagi bisnis apa pun. Berdasarkan penelitian MIT, 87% eksekutif percaya teknologi digital akan mengganggu industri mereka. Uber tidak mematikan bisnis taksi. Akses terbatas dan kontrol tarif yang membuatnya ditinggalkan pelanggan. Bahkan startup yang berkembang pesat seperti Uber, Airbnb, dan Pinterest tidak memiliki akses pada teknologi inovatif yang lebih baik. Yang mereka lakukan adalah ketepatan dalam membuat dan memberikan lebih cepat kepada customer sesuai dengan yang mereka inginkan.

Tantangan & Peluang: Bagaimana Implementasi Transformasi Digital di Indonesia

Jika kita berbicara tentang peluang yang bisa dicapai dengan menerapkan transformasi digital di Indonesia, bisa dimulai dari meningkatkan customer experience. Salah satu strategi terbaik untuk meningkatkan customer experience yaitu melalui penerapan feedback dari pelanggan.

Selanjutnya, dengan menerapkan transformasi digital, kita dapat meningkatkan efisiensi dalam prosesnya. Melalui proses yang efisien, perusahaan akan unggul ketika bersaing. Digitalisasi proses, pemberdayaan pekerja, dan manajemen kinerja adalah contoh proses internal yang dapat ditingkatkan oleh perusahaan. Agar digitalisasi lebih efektif, perusahaan bisa menggunakan jasa digital agency sehingga mendapat insight terbaik terkait digitalisasi proses internal.

Ada tiga tantangan besar implementasi transformasi digital di Indonesia. Yang pertama adalah Strategy. Sebagian besar perusahaan, terutama pada tahap awal dan perkembangan digital maturity, belum begitu memahami bagaimana melakukan transformasi digital. Leaders harus memiliki keterampilan digital yang memadai untuk mendorong transformasi. Strategi harus fokus pada customer experience, efficiency growth, dan business model innovation.

Kedua adalah Talents. Sebagian besar perusahaan konvensional kekurangan talents untuk bersaing dalam ekonomi digital. Perusahaan harus berinvestasi dalam meningkatkan keterampilan digital karyawan mereka.

Dan tantangan terakhir dalam implementasi transformasi digital di Indonesia adalah Cultures. Company cultures mendefinisikan bagaimana perusahaan akan bereaksi terhadap perubahan (transformasi). Perusahaan yang matang secara digital cenderung berani mengeksplor, memiliki gaya kerja yang gesit dan terintegrasi, struktur pemimpin yang terdistribusi, dan pengambilan keputusan berdasarkan data. Pada perusahaan konvensional berlaku budaya yang sebaliknya dari perusahaan yang matang secara digital. Budaya ini yang membuat perusahaan lambat melakukan transformasi digital.

Stay on top dan tetap up-to-date di era transformasi digital

Untuk menghadapi dan bertahan di era transformasi digital, perusahaan harus melakukan Customer Experience Improvement. Perusahaan harus merancang customer experience from outside in. Kumpulkan feedback dari pelanggan. Berkomunikasi dengan semua stakeholders, khususnya untuk pelanggan, perusahaan harus memahami mengenai pekerjaan apa yang harus dilakukan, apa kesulitan, dan keuntungan. Customer experience harus menjadi pekerjaan semua orang di perusahaan dan diterapkan terutama di tiga departemen ini: marketing, sales, services. Perusahaan juga dapat menggunakan jasa digital agency yang ahli dalam bidang ini untuk membantu dalam transformasi digital.

Jika kita berbicara tentang transformasi digital, mari kita bicara tentang Digitalisasi. Digitalisasi adalah proses memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan proses bisnis. Ini memungkinkan perusahaan untuk menggunakan teknologi dan data digital untuk menciptakan pendapatan, meningkatkan bisnis, dan menciptakan budaya digital di mana informasi digital adalah intinya.

Perusahaan juga harus melakukan Organization Transformation dengan memulai memiliki tujuan yang kuat. Leaders harus memiliki keterampilan digital yang memadai dan mendorong transformasi digital dari top-down kepada semua karyawan. Memberdayakan karyawan dan mitra tentang digitalisasi dan digitalisasi akan mendorong mereka untuk mendukung budaya digital yang baru. Mengoptimalkan proses internal dan mengukur setiap hasil, yang harus melibatkan pendekatan kerja terpadu, pengembangan produk yang gesit, dan pengambilan keputusan berdasarkan data.

Kesimpulannya, dengan menerapkan transformasi digital di setiap bagian bisnis, perusahaan Indonesia akan tetap kompetitif di era revolusi digital dan tumbuh ke level berikutnya.

--

Related Articles