Cloud Migration: Pilihan Tepat untuk Transformasi Bisnis

6 December 2023

Penulis Achmad Hadzami (Software Engineer)

Editor Jessica Patricia (Copywriter)

Cloud Migration: Pilihan Tepat untuk Transformasi Bisnis

Apa itu Cloud Migration?

Cloud Migration merupakan proses pemindahan aplikasi dan data, biasanya dari infrastruktur on-premises ke lingkungan cloud computing yang dijalankan oleh penyedia layanan cloud pada data center mereka. Infrastruktur on-premises ini merujuk pada komputer atau perangkat keras yang berada dan dioperasikan di lokasi fisik suatu organisasi, seperti kantor atau fasilitas perusahaan.

Mengapa dilakukan Cloud Migration?

Cloud Migration biasanya dilakukan untuk mengurangi biaya operasional IT serta meningkatkan performa dari suatu aplikasi/layanan. Selain itu, terdapat sejumlah manfaat yang signifikan dari cloud migration, seperti peningkatan keamanan dan kemudahan dalam melakukan pemeliharaan sistem.

Jenis-Jenis Cloud Migration

Ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk melakukan migrasi ke cloud, namun pada dasarnya, pembagian utama berfokus pada dua kategori utama: migrasi berdasarkan jenis sumber daya (workload) dan migrasi berdasarkan lokasi. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang skenario migrasi cloud serta pertimbangan dari sisi bisnis.

  • Migrasi Data Center

Migrasi pusat data adalah proses memindahkan data dari server dan mainframe lokal (yang biasanya disimpan di ruang server kantor organisasi) ke server penyedia cloud. Migrasi ini biasanya dilakukan melalui jaringan berkapasitas tinggi, tetapi jika jaringan tidak tersedia, sumber daya dapat dimigrasi secara fisik memindahkannya ke disk berkapasitas tinggi dan "kotak data" terlebih dahulu, lalu dikirim secara fisik ke penyedia cloud dan diunggah ke server mereka.

  • Migrasi Hybrid Cloud 

Banyak organisasi yang memilih untuk mempertahankan beberapa sumber daya mereka di pusat data lokal dan hanya memindahkan sebagian ke cloud, sehingga disebut hybrid cloud. Hybrid cloud memiliki beberapa manfaat, termasuk:

  • Memaksimalkan nilai peralatan data center lokal yang ada
  • Memenuhi persyaratan kepatuhan industri dan pemerintah tertentu
  • Melakukan pencadangan cloud-ke-cloud untuk solusi pemulihan bencana jika pusat data lokal tidak dapat beroperasi
  • Migrasi Cloud ke Cloud

Sekarang komputasi cloud sudah umum digunakan, banyak organisasi yang menggunakan banyak cloud—seringkali karena merger dan akuisisi—dan mereka terkadang memilih untuk memindahkan sumber daya di antara cloud publik mereka menggunakan migrasi cloud-ke-cloud. Jenis migrasi ini juga berguna ketika suatu organisasi ingin memanfaatkan produk, layanan, dan harga yang berbeda dari berbagai platform cloud.

Meskipun mengelola sumber daya di beberapa cloud mungkin tampak sulit, namun hal itu dapat dilakukan dengan mudah dari satu tempat menggunakan alat manajemen pusat.

  • Migrasi Aplikasi, Basis Data, dan Mainframe 

Linux, SAP, SQL Server, dan Windows Server adalah beberapa workload yang paling sering dimigrasikan. Untuk migrasi mainframe, dua yang paling sering digunakan adalah IBM dan Unisys. Manfaat migrasi ke cloud untuk workload ini meliputi biaya yang lebih rendah, kinerja yang lebih cepat dan lebih dapat diandalkan, akses ke alat pengembang dan API berbasis cloud, keamanan yang lebih kokoh, dan kemampuan untuk meningkatkan atau mengurangi kapasitas tanpa perlu membeli, menginstal, dan merawat peralatan baru. Meskipun seringkali mungkin untuk melakukan migrasi workload tanpa mengubahnya (dikenal sebagai migrasi "angkat dan pindah"), ada manfaat dalam memperbarui (atau "refaktor") mereka untuk mengoptimalkan kinerja dan keandalan di cloud. Lihat bagian sumber daya untuk informasi tentang cara melakukan migrasi workload yang berbeda.

Managed Service Models

  • Infrastructure as a Service (IaaS)

Dalam model ini, penyedia cloud mengelola infrastruktur dasar seperti server, jaringan, dan penyimpanan. Pelanggan bertanggung jawab untuk mengelola sistem operasi, aplikasi, dan data mereka sendiri.

  • Platform as a Service (PaaS)

Di sini, penyedia cloud tidak hanya mengelola infrastruktur, tetapi juga lingkungan pengembangan yang terkait. Pelanggan hanya perlu fokus pada pengembangan dan implementasi aplikasi mereka, sementara manajemen infrastruktur dan sistem operasi diambil alih oleh penyedia.

  • Software as a Service (SaaS)

Model ini melibatkan penyedia cloud yang mengelola dan menyediakan perangkat lunak aplikasi kepada pelanggan. Pengguna hanya perlu mengakses dan menggunakan aplikasi yang telah di-host oleh penyedia.

Manfaat Cloud Migration

  • Penghematan Biaya

Selain kemampuan untuk mengoptimalkan biaya operasional, migrasi ke cloud juga mengurangi pengeluaran untuk peralatan, pemeliharaan, dan biaya ruang fisik.

  • Fleksibilitas dan Skalabilitas

Cloud memungkinkan Anda untuk dengan cepat menyesuaikan sumber daya komputasi sesuai kebutuhan dan hanya membayar untuk apa yang Anda gunakan. Anda juga bisa menjalankan aplikasi lebih dekat dengan lokasi pengguna Anda untuk meningkatkan kinerja.

  • Keamanan Terpadu

Cloud publik menyediakan lapisan keamanan yang terintegrasi di tingkat platform, dan juga menyediakan beragam alat keamanan khusus. Selain itu, pembaruan keamanan sering kali dilakukan otomatis oleh penyedia cloud.

  • Kepatuhan

Bagi industri yang memiliki aturan ketat seperti keuangan dan perawatan kesehatan, beberapa platform cloud menawarkan solusi yang mematuhi persyaratan regulasi lebih mudah.

  • Pencadangan, Pemulihan, dan Failover 

Sebagian besar penyedia cloud menyediakan fasilitas pencadangan, pemulihan, dan kemampuan failover dengan mudah, termasuk penyimpanan cadangan di berbagai lokasi geografis.

  • Pengelolaan dan Pemantauan yang Simpel

Apabila penyedia cloud menawarkan alat manajemen sentral, Anda dapat dengan mudah mengelola dan memantau sumber daya pusat data dan cloud dari satu titik kontrol.

Tantangan Cloud Migration

  • Perencanaan

Migrasi tunggal mungkin terasa sederhana, tetapi ketika melibatkan migrasi dalam skala besar, dibutuhkan perencanaan yang menyeluruh yang melibatkan seluruh organisasi.

  • Biaya

Meskipun migrasi ke cloud bisa menghasilkan pengembalian investasi, penting untuk memperhitungkan biaya perencanaan dan pelaksanaan migrasi.

  • Keamanan dan Kepatuhan

Penyedia layanan cloud menawarkan berbagai opsi keamanan dan kepatuhan, tetapi pengguna harus tetap bertanggung jawab untuk menerapkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

  • Waktu Downtime Bisnis

Meskipun migrasi data ke cloud bisa dilakukan dengan cepat, mengurangi waktu henti bisnis selama proses migrasi memerlukan perencanaan yang matang.

  • Adopsi Organisasi dan Pelatihan 

Meskipun sebagian besar keterampilan IT dan pengembangan yang dimiliki dapat diterapkan dalam lingkungan cloud, beberapa pelatihan tambahan mungkin diperlukan.

  • Pemilihan Mitra/Vendor Migrasi

Untuk organisasi yang tidak memiliki keahlian internal yang cukup atau kapasitas untuk merencanakan dan melaksanakan migrasi, mitra atau vendor dapat menjadi pilihan yang sangat berharga. Namun, pemilihan mitra yang tepat memerlukan pertimbangan yang cermat.

Baca Juga : Ketahui Tipe dan Keuntungan Menggunakan Cloud Computing

Cloud Migration dapat memberikan beragam manfaat bagi usaha/bisnis Anda, namun ada pertimbangan yang tepat untuk menggunakannya. Untuk lebih memaksimalkan Cloud Migration Anda, PT Suitmedia Kreasi Indonesia selalu hadir untuk membantu Anda dalam teknologi, strategi, komunikasi kreatif, serta pengembangan web dan aplikasi. Mari berkarya bersama Suitmedia Digital Agency untuk memaksimalkan perkembangan bisnis Anda!

Related Articles