Manfaat Business Model untuk Perusahaan dan Individu

4 November 2021

Penulis Anggriawan Sugianto (CTO / COO)

Editor Editor

Manfaat Business Model untuk Perusahaan dan Individu

Business model berfungsi untuk menggambarkan secara rasional bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan memegang nilai. Secara umum, terdapat empat bidang utama dalam sebuah bisnis: pelanggan, penawaran, infrastruktur, dan kelayakan finansial.

Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur, penulis “Business Model Generation”, menjelaskan bahwa komponen business model dibagi menjadi sembilan susunan blok, yaitu:

  1. Customer Segments
  • Untuk siapa kita menciptakan nilai? Pasar massal, ceruk, tersegmentasi, terdiversifikasi, atau multi-sisi?
  1. Value Propositions
  • Masalah pelanggan mana yang dapat kami bantu selesaikan?
  1. Channels
  • Melalui saluran apa dan bagaimana pelanggan ingin dijangkau?
  1. Customer Relationships
  • Jenis hubungan apa yang diharapkan setiap pelanggan untuk kita bangun dan pertahankan?
  1. Revenue Streams
  • Bagaimana cara mereka saat ini membayar? Harga tetap atau harga dinamis?
  1. Key Resources
  • Sumber daya apa yang paling penting dan yang dibutuhkan oleh Value Propositions kita?
  1. Key Activities
  • Aktivitas apa yang paling penting dan dibutuhkan oleh Value Propositions kita?
  1. Key Partnerships
  • Siapa mitra utama dan pemasok utama kita?
  1. Cost Structures
  •  Apa biaya terpenting yang melekat dalam business model kita?

Kesembilan susunan blok tersebut dapat dibentuk dalam diagram satu halaman yang disebut Business Model Canvas.

Sebagai contoh, berikut adalah business model dari Suitmedia - digital agency Jakarta, yang digambarkan dalam Business Model Canvas. Suitmedia sebagai digital agency Jakarta terdepan, memberikan bantuan pemasaran digital untuk mencapai tujuan Anda serta solusi TI untuk meningkatkan kinerja perusahaan Anda.

Business Model untuk Individu

Tak hanya untuk sebuah organisasi, business model untuk individu juga dapat membantu menjelaskan alasan bagaimana individu – menciptakan, menyampaikan, dan memegang nilai (dalam konteks profesional).

Berikut adalah Sembilan susunan blok business model untuk individu, yang juga dijelaskan oleh Timothy Clark, penulis "Business Model You".

  1. Key Resources
  • Siapa Anda? Apa minat, keterampilan & kemampuan, kepribadian Anda?
  • Aset apa yang Anda miliki?
  1. Key Activities
  • Apa yang Anda kerjakan?
  • Apa yang membedakan pekerjaan Anda dengan orang lain?
  1. Customers
  • Siapa yang Anda bantu?
  1. Value Provided
  • Bagaimana cara Anda membantu?
  • Nilai apa yang Anda berikan pada pelanggan Anda?
  1. Channels
  • Bagaimana calon pelanggan mengetahui bagaimana Anda dapat membantu mereka? Bagaimana mereka akan membelinya?
  1. Customer Relationships
  • Bagaimana Anda berinteraksi dengan pelanggan?
  1. Key Partners
  • Siapa yang membantumu?
  • Kolega, mentor, koneksi profesional, keluarga, teman?
  1. Benefits
  • Apa yang akan Anda dapatkan?
  • Apa sumber pendapatan dan manfaat (yang tidak berbentuk fisik) lainnya?
  1. Costs
  • Apa yang Anda berikan?
  • Hard cost (pendidikan, transportasi, pakaian, dll.) + soft cost (ketidakpuasan)

Sebagai contoh, berikut adalah business model seorang Software Engineer yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup end-users dan meningkatkan kemampuan perusahaan teknologi dalam inovasi dengan mengembangkan perangkat lunak aplikasi.

Itulah penjelasan lengkap tentang business model untuk perusahaan ataupun individu. Dengan membuat Business Model Canvas, keberhasilan bisnis dan karir menjadi sangat mudah untuk diidentifikasi. Setelah itu, kita dapat mengevaluasi business model dengan analisis SWOT yang komprehensif, atau kerangka kerja lain seperti matriks Porter 5F, 4P, 3C, McKinsey 7S, BCG. Setelah mendapatkan hasil evaluasi, kita dapat merekayasa ulang business model agar lebih menguntungkan.

 

Related Articles