Tren Strategi Digital Industri Otomotif Saat Pandemi

15 October 2021

Penulis Ajeng Laras Phitaloka (Sr. Account Executive)

Editor Editor

Tren Strategi Digital Industri Otomotif Saat Pandemi

Selama pandemi di tahun 2020, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh industri otomotif, seperti menurunnya jumlah penjualan selama pandemi karena ketidakmampuan orang-orang dalam membeli kendaraan baru, penutupan beberapa industri di China yang merupakan hasil dari sedikitnya pasokan komponen industri dari berbagai negara, termasuk di Indonesia, harga suku cadang meningkat mengarah pada mahalnya material mentah karena efek dari perubahan harga dolar. Selain itu, tingginya harga dan kelangkaan masker, hand sanitizer, termometer inframerah, dan peralatan semprotan disinfektan juga menghambat produksi dan aktivitas penjualan di tengah pandemi. Seperti yang kita ketahui, barang-barang tersebut sangat dibutuhkan untuk menjalankan protokol kesehatan demi menghambat penyebaran Covid-19.

Selain itu, tantangan terbesar datang dari ketatnya sistem keuangan dan sewa kantor dalam menyediakan kredit kepada pelanggan. Pendanaan dari bank juga melihat sektor mana yang beresiko rendah. Maka dari itu, peluang pelanggan dalam membeli mobil baru diyakini cukup rendah. Kendala juga datang dari peraturan physical distancing yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal tersebut juga berhubungan dengan peraturan pemerintah untuk menetapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sehingga beberapa sektor non-produksi tidak dapat berjalan semestinya karena terbatasnya fasilitas, seperti minimnya ketersediaan laptop pada setiap orang.

Adanya physical distancing, hal yang paling efektif untuk dilakukan adalah mengubah semua pola menjadi secara digital. Pemberlakuan lockdown dan physical distancing di beberapa daerah di Indonesia menyebabkan banyak pelanggan yang memilih untuk tetap berdiam diri di dalam rumah dan menggunakan kecanggihan digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka dari itu, industri harus bisa perlahan-lahan beralih dari offline menjadi online guna meningkatkan prospek penjualan.

  1. Remote selling (penjualan secara jarak jauh)
    Sebelum melakukan remote selling, pastikan melakukan survei terhadap kebiasaan pelanggan dan kompetitor. Melalui survei inilah, perusahaan dapat mengambil tindakan yang akan diambil untuk kedepannya, entah mengenai web development atau mengembangkan produk yang sesuai dengan survei pelanggan.
  2. Virtual event (acara virtual)
    Keadaan yang serba digital memang mengubah kebiasaan kita melakukan segalanya secara virtual. Sama halnya dengan acara yang meriah, perusahaan harus memiliki inovasi acara-acara virtual yang menghibur pelanggan di rumah. Hal ini juga akan meningkatkan ketertarikan pelanggan terhadap produk yang dipromosikan.
  3. Menggunakan chatbot
    Keberadaan chatbot dalam sebuah website sudah terbukti sangat efisien dan bermanfaat. Pelanggan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan mereka. Pelanggan juga dapat mengaksesnya tanpa mengenal waktu. Menggunakan chatbot juga sangat bermanfaat dalam mempromosikan perusahaan dan menjalin komunikasi dengan pelanggan.
  4. Iklan di media sosial
    Memasang iklan di media sosial merupakan sebuah kewajiban agar perusahaan memiliki peningkatan pembelian melalui promosi secara virtual. Iklan yang digunakan juga harus menarik, padat dan jelas, dan mampu membuat orang-orang penasaran dengan produk yang dijual.

Kesimpulannya, dari beberapa strategi digital yang cocok untuk industri otomotif adalah memaksimalkan penjualan jarak jauh, acara virtual, mengiklankan secara digital seperti menggunakan media sosial, dan chatbot, jadi pelanggan bisa menghubungi kontak kapan saja via chat melalui website dan media sosial. Meskipun strategi ini sangat berbeda dengan strategi sebelumnya, perusahaan harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini. Demi menjangkau pelanggan dengan cara digital, perusahaan harus mulai beranjak ke kebiasaan penjualan secara digital.

Related Articles